Langkah Altar begitu cepat ketika Ia akan menemui seseorang. Ia mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum akhirnya Ia di persilahkan masuk, sudah beberapa hari Ia tidak masuk ke dalam ruangan yang sejak kecil menjadi favoritenya saat belajar. Perpustakaan para tetua, kemampuan otaknya di asah disini. Waktu berlalu begitu cepat, karena Altar yang dulu merupakan anak yang di gadang-gadang akan menjadi Raja penerus kerajaan Peri. Namun ternyata alam semesta menolak dan pembelajarannya mengenai kerajaan seperti sia-sia bagi Altar. Bukan Altar tidak memiliki masalah dan hanya menjalankan tugas saja dari K, pria dari negeri Peri itu pernah mengalami yang namanya terpuruk. Bukan hal yang mudah baginya menerima penolakan dari alam semesta akan statusnya yang bukan merupakan keturunan Peri Kehidupan

