Tiba di lobi. Cukup lama menunggu sampai membuat gusar. Pria yang harusnya menjadi pasangan Kinan malam ini belum juga menampakkan batang hidungnya. Atau paling tidak membalas pesan atau panggilan yang dia lakukan. Pikiran buruk mulai beterbangan. Bagaimana jika pria itu tidak bisa datang? Membatalkan dengan sepihak tanpa memberi konfirmasi terlebih dahulu. Meneguk ludahnya saat menyadari tamu mulai berdatangan. Acara sudah dimulai. Mempelai mungkin sudah duduk bersanding di atas singgasana sana. Sedangkan dia yang sedari kemarin semangat menunjukkan diri sudah move on, malah terjebak pada ketidak pastian. Kedatangan pria itu abu-abu. Harusnya jika ada sesuatu menyampaikan secara langsung kan. Setidaknya masih menghargai dirinya. "Lin, lu masuk dulu sana," usirnya pada Linda. Gadis itu sed

