Fokus, tentu saja harus fokus. Ingat apa yang membuatnya tak pulang kampung? Benar, karena ada tugas penelitian. Setiap mengingat apa yang terjadi sore tadi, jari-jari Andine membeku di atas keyboard. Biasanya ia selalu lincah mengetik kesana kemari merangkai kata-kata. “Dine, kamu belum memberikan penjelasan yang benar. Jadi dia itu benar mantanmu atau tidak? Kukira kebetulan hanya pelayan baru di sana.” Diam, Tria. Andine juga bingung, dari dulu Andine tak pernah menyebutnya mantan. Hanya menyebut kalau dulu mereka sangat dekat, pernah menjadi sepasang sekasih. Dan tak ada yang berubah dari Alvian, sama seperti dulu dia melihatnya dengan seragam sekolah. Kalau satu malam dimana dia dijebak itu tak ada, mereka masih menjadi sepasang kekasih sekarang. Andine tak perlu lagi merasa dikeju

