Kisah Altair dan Vega

1687 Words

Alvian memang seharusnya tak terlebih dahulu pulang. Setelah dari awal perjalanan mereka sama sekali tak memasukkan satu pun makanan. “Turuti saja apa kata ibuku.” Andine beruntung punya seorang ibu yang begitu peduli. Alvian pun tinggal sebentar. Disuguhinya sepiring nasi dan lauk pauknya. Sementara yang lain sedang berada di ruang tamu, mereka berada di ruang makan. Harusnya mereka pulang lebih cepat agar bisa menikmati makan bersama-sama yang lain. Ada yang mengira mereka begitu khidmat berdoa di makam sampai menghabiskan waktu begitu lamanya. Padahal nyatanya tidak begitu, kalau yang lain tahu memandang langit sore dibawah pohon jeruk sangatlah bikin ketagihan, mereka juga pasti akan berlama-lama di sana. Andine sudah mengahabiskan semua makanannya. Tak benar-benar habis karena masi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD