Vivian And Diana Story (Part 3)

1002 Words

Diana menatap gugup bangunan di hadapannya, sebenarnya dia tidak ingin datang ke sini. Tapi kekhawatiran yang dia rasakan, memaksanya harus datang ke sini. Dengan perlahan, Diana memasuki gedung rumah sakit, sebelumnya dia sudah mendaftarkan dirinya. Dan sekarang dia harus membuktikan semua pikirannya salah. Diana menunggu giliran. Dia duduk dengan resah. Tak lama dari itu namanya di panggil, Diana segera berdiri dan masuk ke dalam ruangan. Seorang wanita tersenyum menyambut kedatangan Diana. “Apa keluhanmu?” Diana menggigit bibirnya. “Aku sudah telat satu minggu dari tanggal menstruasiku.” Dokter wanita yang Diana ketahui bernama Adel tersenyum. “Mari kita cek.” Diana merebahkan tubuhnya di brangkar. Dengan cekatan Adel memeriksa Diana. Adel tersenyum. Lalu mempersilahkan Diana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD