“Maaf, tapi aku tidak bisa menerimamu. Selama ini aku sudah menganggapmu sebagai sahabat, jadi aku tidak ingin mengubah hubungan itu.” Lia menunduk dalam, dia merasa tak enak karena untuk ke sekian kalinya dia menolak Vivian. Vivian tersenyum getir. Menggenggam tangan Lia, memberitahukan pada gadis itu bahwa dia baik-baik saja. Walaupun sepenuhnya itu tidak benar. Tentu saja Vivian terluka dengan jawaban Lia. Padahal selama ini dia sudah menunggu Lia. Tapi Vivian bisa memaklumi. Karena cinta tidak bisa di paksakan. “Jangan minta maaf, Lia. Kau tidak salah sama sekali. Aku bisa menerima itu. Lagi pula aku tidak memaksamu harus menerimaku, kan? Jadi, tolong jangan membuat dirimu terbebani dengan ini.” Lia mendongak menatap Vivian lekat, senyum lembut tersungging di wajah cantiknya. “Ak

