Jam menunjukkan pukul satu malam, dan Vivian belum menemukan Diana di mana pun. Dan sekarang Vivian jadi uring-uringan sendiri karena belum berhasil menemukan wanita yang sedang mengandung anaknya. “Seharusnya aku tidak bertengkar dengannya, bagaimana kalau dia sampai jatuh sakit lagi?” Vivian kembali mengingat perkataan dokter, dan Vivian benar-benar menyesali perbuatan dan ucapannya. “Aku harus mencarinya ke mana lagi.” Vivian menepikan mobilnya. Matanya menatap gedung-gedung tinggi di hadapannya. Ingatannya melayang pada kejadian tadi pagi, bagaimana antusiasnya Diana melihat kantornya. Senyumnya tersungging. “Sebentar, jangan-jangan....” Vivian segera melajukan mobilnya. Beberapa saat kemudian, dia telah sampai di gedung kantornya. Vivian segera turun, berlari ke taman yang let

