Part 19

1220 Words

"Pulang!!" Kata Adhiti dengan tegas dan tidak ingin dibantah. "Kita harus menunggu kabar dari dokter tentang keadaanmu." Kata Theo menjelaskan. "Adhiti hanya ingin pulang ke rumah, daddy! Tidak ada yang harus kita dengar lagi. Tidak ada yang harus kita periksa lagi. Bukankah semuanya sudah jelas! Percuma daddy! Percuma!." Theo mendekati putrinya. Mencoba membujuk. "Jangan putus asa, Adhiti. Daddy akan melakukan apapun untuk kesembuhanmu. Setidaknya bisakah kamu bersabar sampai dokter memeriksa lanjutan mata mu." Adhiti tersenyum getir." Jawaban mereka tetap sama! Aku tidak akan pernah bisa melihat lagi." Theo menghela nafas. Dia berusaha mengumpulkan oksigen di dadanya. Dia sama sekali tidak ingin beradu argumen dengan putrinyam terlebih keadaan Adhiti masih belum sempuh dengan baik.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD