Part 35

1429 Words

Di dalam hati Albian, dia berharap mempunyai waktu beberapa menit lagi bersama Adhiti. Albian meletakan dagunya di atas puncak kepala Adhiti. Hatinya sangat terharu, walaupun hanya seperti ini. Dia sangat bersyukur bisa sedekat sekarang. Adhiti bergerak menjauh dari Albian. Walau merasa kecewa, pria itu membiarkan Adhiti. "Jangan jauh jauh, Adhiti. Rumah sakit sedang ramai. Biarkan aku memegang tanganmu,"bujuk Albian dengan senyum tertahan. Dia tidak memperdulikan wajah Adhiti yang kadang nampak marah, kesal dan jengkel. Bagi Albian dia harus melakukan semua rencananya. Walau sedikit memaksa. Bahkan sampai di dalam mobil Adhiti masih diam dengan wajah cemberut. "Ak.." "Kita makan siang dulu. Aku lapar Adhiti. Simpan dulu ya kemarahanmu, aku mohon!" Sela Albian cepat membujuk Adhiti.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD