Hampir lima menit lamanya, Albian memperhatikan Adhiti. Gadis itu sangat menikmati makanannya. "Adhiti," bisik Albian di telinga Adhiti. Akhirnya, pria itu berani mendekati Adhiti. Gadis tersebut selalu terkejut setiap kali mendengar suara Albian. Hati Albian terasa sedih. Adhiti sudah merasa tidak nyaman berada di dekatnya. Dua minggu lamanya, pria itu memikirkan semuanya. Meyakinkan hatinya, mencoba membuka hati memaafkan Adhiti. Selama dua minggu itu juga, Albian selalu mengunjungi rumah Adhiti. Dia menyempatkan waktu sepulang kerja. Berharap bisa bertemu dengan Adhiti. Tapi, dia sudah cukup puas hanya melihat jauh Adhiti. Pagar rumah Adhiti yang tinggi, menyulitkan Albian bertemu Adhiti. Nyali Albian juga masih belum ada datang ke rumahnya. "Adhiti," kata Albian lagi. Merapatkan

