Keadaan begitu kacau. Antonia terbangun dari tidurnya dengan perasaan bersalah sekaligus suasana hati yang sangat kacau ketika mendapati dirinya sudah berantakan di atas tempat tidur mewah yang ia yakini milik siapa. Sialan memang, entah kenapa semua kegilaan itu terjadi dengan mudahnya begitu saja hingga dia sendiri lupa untuk menghadapi kebenaran yang tersaji dihadapannya. "Sadarlah Antonia. Kau bahkan semakin menyakiti dirimu sendiri saat ini." perempuan itu memukul kepalanya dengan kepalan tangannya sendiri sebelum meremas rambut panjangnya kuat-kuat karena kembali teringat apa yang ia lakukan dengan Dylan Calder malam tadi. "Kau memintanya untuk pergi dengan sepenuh hati dan terlihat meyakinkan sekali. Tapi kenyataannya kau justru membuka kaki mu lebar-lebar saat mendapatkan satu ciu

