Gwen yang pertama kali memekik terkejut saat marmer yang terbuka tersebut terkuak di hadapannya. Selama beberapa saat tidak ada yang bergerak dan hanya menatap kotak menganga yang seperti pintu masuk tersebut. Ukurannya tidak begitu besar. Kurang lebih setinggi delapan puluh centi dan siapa pun yang ingin masuk haruslah merangkak. “Apakah kita bisa masuk?” tanya Tyrex seakan meminta izin pada Gwen. Dengan gugup Gwen mengangguk. Perasaannya masih bercampur aduk dan kini kesadarannya kian terhempas. Liam tercintanya, yang b******k dan kasar, suka memukul sekaligus membuatnya memekik saat b******a. Pria yang begitu ia puja, hingga sanggup meninggalkan Richard Potter, kekasihnya selama bertahun-tahun, ternyata seseorang yang benar-benar menyimpan banyak rahasia dalam hidupnya! “Kau tidak

