episode 7

1682 Words
Tok. Tok. Tok. "Masuk"!! Sahut Kelvin dari dalam. Ceklek ' Pintu ruang CEO perlahan di buka oleh Miko, Miko melangkah masuk di ikuti oleh alexsa di belakang nya. Deg"!! Jantung Kelvin seakan terhenti sejenak saat melihat gadis yang sudah ingin memperkaosnya kapan hari di kamar hotel,namun Alexa sepertinya tidak menyadari jika laki laki itu adalah Kelvin,mungkin efek mabuk obat jadi dia tidak mengingatnya. "Boss ini nona alexsa yang akan menjadi sekertaris anda"! Kata Miko Akhirnya. "Hemmm"!! Sahut Kelvin mencoba menetralkan perasaanya. "CK ,pas lihat yang bening saja,kagak mau kedip "! Gumam Miko dalam hati sambil menatap ekspresi boss nya. "Selamat pagi ,tuan perkenalkan saya Alexa" sahut Alexa memperkenalkan diri. Terlihat Kelvin mengangguk singkat . "Siapkan meja kerja untuknya"! Sahut Kelvin. "Baik , boss ". Satu titah dari Kelvin ,Miko bergegas memanggil seseorang untuk menyiapkan meja yang tak jauh dari ruangan CEO,. "Silahkan nona,ini meja kerja anda,jika anda butuh sesuatu anda bisa langsung konfirmasi dengan saya'!. Kata Miko dengan lembut . ''glunjak". Sahut Kelvin yang sudah berdiri di ambang pintu. "Ya tuhan"! Pekik Miko kaget. "Saya permisi bekerja dulu ,boss"; kata Kelvin akhirnya meninggalkan Alexa dan Kelvin yang masih berdiri di ambang pintu. "Alexa kemari"! Kata Kelvin sambil berjalan masuk kembali ke ruangan nya. "Saya boss, " Alexa bergegas berjalan sedikit berlari menyusul Kelvin yang sudah masuk ke ruangan nya. Bruk"!! Tak sengaja Alexa menabrak d**a bidang Kelvin yang tiba tiba berhenti dan membalikan badan. Kedua mata tersebut bertemu sejenak, saling bertatapan satu dengan yang lain. "Ma-maaf ,boss"! Sahut Alexa terbata, Hemmmm "!! "Bodoh Alexa,kenapa kau pakai acara nabrak segala,kau sengaja ya ingin menggoda boss mu ini yang tampanya Paripurna itu ya"! Gumam alexsa mengumpati dirinya sendiri. "Duduk ,dan pelajari semua berkas ini"! Kata Kelvin sambil menunjuk berkas yang menumpuk di Atas meja kerjanya. "Apa harus duduk di sini ,boss"! Jawab Alexa. "Kalau kau tidak mau,kau bisa duduk di lantai"! "CK, pedes sekali sih tu mulut,sengaja apa ya"! Gumam Alexa dengan bibir yang sudah mengerucut. Tanpa banyak protes alexsa pun mendudukan bokongnya di atas kursi tepat di hadapan Kelvin. Alexa mulai mengambil satu map dan mulai di bacanya sati persatu. "Apa dia benar benar tidak mengingat ku,atau dia hanya pura pura tidak ingat"! Gumam Kelvin ambil sesekali mencuri pandang ke arah alexsa . Hingga jam istirahat tiba. Pintu ruang CEO kembali di ketuk dari luar. Tok.tok.tok. "Masuk"! Sahut Kelvin. Perlahan pintu di buka dan munculah miko sambil membawa dua buah totelbag di tanganya. "Makan siang , boss". Kata miko sambil mengangkat totelbag tersebut ke udara,meskipun kembali miko di buat terheran heran,sejak kapan boss nya ini mengijinkan makan diruangan nya ,namun apalah daya takutnya jika banyak bertanya malah akan di semprot habis habisan oleh boss nya itu. "Nona Alexa ,ayo kemari kita makan siang dulu"! Panggil Miko yang kini sudah berdiri di samping Alexa duduk. "Ya tuhan, akhirnya '! Gumam Alexa sambil merentangkan tangannya ke atas ,merenggangkan otot ototnya yang terasa kaku ,akibat kelamaan duduk. Kelvin masih diam dan berjalan begitu saja menuju sofa dimana makanan sudah teronggok di hadapanya. "Silahkan ,nona"!. "Tapi tuan"! Sahut Alexa tidak enak hati apalagi boss nya sedari tadi hanya diam seribu bahasa. " Jangan memanggilku tuan,panggil saja mas Miko"! Kata Miko memecahkan keheningan dan kecanggungan di ruang CEO tersebut. Dugh'"! Reflek Miko pun terkena tendangan maut dari Kelvin. "Aaaauu', boss kenapa menendang ku"! Pekik Miko sambil mengusap kakinya yang terasa sakit. "Makan jangan ngegombal"! Sahut Kelvin kembali menyuapkan makanan kedalam mulutnya. Alexa hanya tertunduk menahan tawa melihat kerandoman boss dan asisten nya itu. Kembali Miko berulah,Miko membukakan botol air mineral untuk Alexa ,meskipun Alexa tidak memintanya. Seketika itu tatapan tajam Kelvin lontarkan ke arah wajah Miko yang begitu menyebalkan siang ini di matanya. Hingg 30 menit berlalu makan siang pun telah selesai. Miko masih duduk terdiam diruang CEO ,entah apa yang sedang di tunggu laki laki 28 tahun tersebut. "Apa kau tidak ada pekerjaan, Miko" tanya Kelvin yang mendadak sebal melihat asisten nya hanya diam dan duduk di sofa ruang kerjanya. "Banyak ,boss"! Sahut Miko. "Lalu". Bergegas Miko bangkit dari duduknya dan keluar dari ruang CEO.sedangkan Alexa sudah kembali duduk dan melanjutkan pekerjaanya. "CK,giliran ada yang bening saja aku di lupakan ,hikz"! Geruntuh Miko dalam hati sambil berjalan masuk keruang kerjanya. Jam terus berputar hingga jam pulang kantor pun tiba. "Ya tuhan,akhinya selesai"! Kata alexsa lirih namun masih bisa di dengar oleh Kelvin,Kelvin melirik sekilas kearah wanita cantik di hadapnya itu ,sambil menyunggingkan senyum tipisnya. "Boss apa kita pulang sekarang"! Kata Miko yang tiba tiba masuk begitu saja ke ruang CEO. "Emmm." Sahut Kelvin sambil berdiri dari duduknya,begitupun dengan alexsa yang juga ikut bangkit dari duduknya . Kelvin memberi isyarat kepada Miko untuk mengajak Alexa pulang bersama dengan mereka. "Nona Alexa, mari kita pulang bersama"! Celetuk miko yang sudah mendapat titah dari boss nya . "Tidak perlu repot repot ,tuan"! Sahut Alexa tidak enak hati. "Jangan menolak ini perintah boss,". Alexa sontak menatap ke arah Kelvin,namun gengsi CEO tersebut setinggi langit tingkat ke tuju,Kelvin malah memalingkan wajahnya menatap ke arah lain. "Ayo nona,silahkan"! Kata Miko lagi, dan Alexa pun terpaksa mengikutinya. Beberapa saat berlalu kini ketiganya sudah berada di dalam satu mobil,dengan Alexa yang duduk di samping kursi kemudi. "Kita antar tuan boss dulu ,nona"! Bisik Miko lirih kepada Alexa,dan Alexa hanya mengangguk. "Ckck,kenapa jadi canggung begini sih,apalagi di kelilingi dua laki laki tampan seperti ini,ya tuhan ini mah sudah seperti drama Korea yang sering aku lihat"; gumam Alexa dalam hati yang hanya bisa diam sambil menatap kearah jalan,yang memang masih nampak asing untuk dirinya. 20 menit berlalu sampailah mobil hitam mewah tersebut di sebuah mansion mewah milik Kelvin, Miko pun turun membukakan pintu mobil untuk Kelvin,dengan Alexa juga ikut turun bermaksud mengucapakan trimakasih kepada boss arogan nya itu,namun . "Masuklah,bawa sekalian berkas yang akan di buat meeting besok pagi"! Kata Kelvin sambil melirik sekilas kearah Alexa . "Ooh ,baik boss"! Sahut Alexa akhirnya sambil melangkah menyusul langkah Kelvin yang begitu lebar . "Hei,lalu bagaimana denganku"! Kata Miko lirih dengan tatapan mengiba menatap kearah punggung boss nya dan Alexa. "Selamat sore tuan"! Sapa bik Titin seperti biasa yang sudah berdiri di samping pintu masuk. Alexsa menganggukan kepala singkat kearah kepala pelayan,sedangkan bik Titin sudah tersenyum manis kearah Alexa dengan hati yang sudah penasaran,siapa wanita cantik yang di bawa pulang tuan mudanya, "Apakah doa ku kemarin di jawab oleh tuhan yang maha esa"! Gumam bik Titin sambil menatap kearah Alexa yang sudah hilang di balik pintu ruang kerja tuan mudanya. "Itu ,berkasnya ada di meja"! Kata Kelvin sambil menunjuk sebuah map yang teronggok di atas meja.setelah nya Kelvin pun keluar dari ruan kerjanya dan di ikuti oleh Alexa yang mengekor di belakangnya. Baru saja beberapa langkah keluar dari ruang kerja tersebut.kembali lengkingan tangisan Leon terdengar. Sepertinya tangisan tersebut begitu memilukan dan tidak seperti biasanya,mbak umi terbopong bopong menggendong tuan mudanya menuruni anak tangga. "Tuan maaf sepertian tuan Leon sedikit demam,dan perutnya kembung"! Kata mbak umi yang sudah Bingunh bercampur takut.pastinya takut jika akan kena semprot oleh bossnya itu. "Apaa"!! Pekik Kelvin yang mendadak juga ikut bingung,tatapan tajamnya kini sudah tertuju kearah mbak umi yang sudah sangat ketakutan saat ini. "Mbak kemarikan bayinya, " kata Alexa setelah meletakan tas dan map di tanganya di Atas meja begitu saja. Tanpa banyak bertanya mbak umi langsung menyerahkan bayi tampan tersebut ke arah Alexa., Alexa menggendong dengan penuh kelembutan,mencoba memberikan rasa nyaman dan hangat kepada Leon yang terus menangis. "Mbak, iriskan bawah merah dan campur dengan minyak telon nya ya,lalu bawa kemari"! Kata Alexa masih menimang bayi tampan tersebut, sepertinya Leon sedikit merasakan kehangatan dalam dekapan alexsa.perlahan tangisan tersebut sedikit mereda walaupun tidak berhenti seketika,mungkin memang rasa tidak nyaman pada perut Leon yang membuatnya masih meringik. Tak berselang lama mbak umi pun datang dengan membawa sebuah mangkok yang sudah berdiri irisan bawang merah yang sudah di campur minyak telon. Alexa duduk sambil memangku Leon, membuka seluruh pakaian Leon lalu mengusapkan minyak tersebut pada perut dan seluruh tubuh Leon yang memang sedikit demam tersebut. "Ya tuhan ,kenapa perutnya keras sekali"! Kata alexsa saat memijat lembut perut balita tersebut . Kembali tatapan tajam Kelvin tertuju kepada mbak umi sebagai pengasuh leon. Namun mbak umi enggan menatap ke arah tuan besarnya yang sudah seperti malaikat pencabut nyawa tersebut. "Maaf nona,sepertinya tuan muda tidak cocok dengan s**u formulanya"! Kata mbak umi takut takut,. "Apa mungkin dia belum pup smaa sekali"!? Kembali pertanyaan alexsa dilontarkan kepada mbak umi . "Benar nona,sejak kemaren tuan Leon tidak pup". Mbak umi kembali berbicara jujur kepada Alexa,sedangkan Kelvin sedari tadi hanya sibuk memperhatikan elexa dan anak nya yang ada di pangkuan Alexa. "Mbak apa susunya"!? Alexa sudah kalah kalah ibu bidan yang sedang mencecar pertanyaan kepada mbak umi. Mbak umi berdiri lalu pergi mengambil s**u formula yang beraneka macam merk nya. Mata Alexa terbelalak sempurna melihatnya. "Nona ini stok s**u untuk tuan Leon,saya belum tahu mana yang cocok untuknya ,selama satu bulan ini tuan Leon pup nya selalu keras dan sering menangis saat pup"! Jelas mbak umi sambil meremas ujung bajunya. Alexa menghela nafas dalam sambil memakai kembali baju Leon seperti semula. Kini bayi tampan tersebut sudah berhenti menangis dan terlihat lebih tenang dari sebelumnya. "Mbak belikan s**u merk SGM ya,sekarang sepertinya dia haus,"! Kata Alexa akhirnya dan di angguki oleh mbak umi,dengan cepat mbak umi pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke minimarket untuk membelikan s**u yang di minta Alexa. Setelah kepergian mbak umi,bik Titin pun mendekat dan duduk disamping Alexa yang masih mendekap tubuh mungil Leon. "Nona,anda sangat pintar sekali menenangkan tuan Leon,apa anda juga mempunyai bayi kecil"! Tanya bik Titin yang sedari tadi juga memperhatikan Alexa yang begitu lincah dan sangat lembut dalam menenangkan tuan mudanya. "Hehee tidak bik,saya masih belum menikah"! Celetuk Alexa sambil nyengir kuda. "Benarkah, tapi anda sangat pintar sepertinya dalam mengurus bayi, nona ". Kembali pujian itu di lontarkan kepada Alexa,sedangkan sedari tadi Kelvin masih diam mendengarkan dan sesekali mencuri pandang ke arah Alexa yang sedang sibuk menimang bayinya. "Ah bibik bisa saja ini mah cuma hal kecil,jangan kan mengurus bayi ,mengurus bapaknya bayi pun aku juga bisa"! Celetuk Alexa tanpa dosa. Uhuk. Uhuk. Uhuk. Mendengar ucapan Alexa Kelvin seketika tersedak ludahnya sendiri. "Apa maksudnya,"! Gumam Kelvin dalam hati dengan pipi yang sudah bersemu merah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD