Tiga Puluh Tujuh

1124 Words

“Kamu pikir kamu siapa bisa pergi dan kembali seenaknya seperti ini?”   “Aku IBU KANDUNG Rayn, aku berhak—”   “JANGAN BICARA TENTANG HAK SETELAH KAMU MENELANTARKAN DIA BEGITU SAJA SEHARI SETELAH ULANG TAHUNNYA YANG KE SATU, INDIRA!”   Indira menatap laki-laki di hadapannya tidak percaya. Lelaki yang selalu bicara lembut kepadanya, tidak pernah sekalipun menaikkan volume apalagi nada bicara padanya beberapa tahun lalu ini seperti sosok yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.   Bagaimana waktu tiga tahun bisa membuat laki-laki di hadapannya ini berubah menjadi sosok dingin yang asing untuknya. Indira berkedip, mencoba mengumpulkan kembali keberaniannya. “Mas, waktu itu aku belum siap jadi Ibu tapi sekarang—”   “Keluar!”   “Mas dengerin—”   “Keluar dari rumah saya, Indira.” Bara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD