•Tentang Trauma•

2340 Words

"Pertama belum tentu selalu menjadi yang utama." -Barrabas Mahesa- °°°°°°°°°° Layaknya Killa yang terbiasa membagikan hampir semua kegiatannya di akun media sosialnya. Kini, ia pun selalu terbiasa saat membuka kedua kelopak matanya menemukan Barra berada di sekitarnya. Seperti selalu menemaninya. Entah itu Killa yang terlalu berkhayal terlalu tinggi atau hanya angan semu. Namun nyatanya, ada Barra di sampingnya. "Lo bangun jam berapa, sih, Barr?" tanya Killa seraya bangkit dari tidurnya. Bukannya menjawab pertanyaan yang Killa ajukan, Barra malah memberitahu istrinya itu sesuatu. "Lo hari ini udah boleh pulang, setelah check up nanti siang." "Ah, akhirnya." Killa meregangkan otot tubuhnya dengan menggerakkan kedua tangannya ke atas dan ke bawah. "Papa gue kemarin bilang," kata Barra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD