Randy pov
Ya allah apa yang telah aku lakukan pada istriku. Aku memandang wajahnya yang pucat yang masih belum sadar . Aku gak tahu harus apa yang kukatakan jika ola sudah bangun nanti, perkataan dokter tadi membuatku berfikir panjang aku bingung. Ola maafkan aku karena kebodohanku kamu jadi begini. Aku menggenggam tangan ola yang tidak diinfus aku menciumnya.
Flashback on
Aku menunggu di depan ruang UGD dengan perasaan yang takut dan merasa bersalah aku memandang baju putihku yang terkena darah saat aku menggendong ola tadi.
Sudah 2 jam aku menunggu tetapi belum juga dokter selesai menanganinya. Aku benar benar kalut dan takut andai saja tadi aku tidak marah pada ola dan mengalah terhadap egoku mungkin ini tidak akan terjadi. Aku menyesalinya.
Aku segera menelpon keluargaku dan ola. Mereka sangat kaget saat mendengar ola masuk rumah sakit. Mereka segera menuju kerumah sakit. Aku benar benar merasa bersalah sekarang, karena tidak bisa menjaga ola dengan baik
"Ya allah tolong selamatkan istri dan calon anakku" doa ku tak henti kupanjatkan
orangtuaku, orangtua ola, dan juga tiara datang. disaat ingin bertanya kepadaku pintu UGD terbuka terlihat seorang dokter berhijab keluar dari ruangan tersebut
"Dokter bagaimana keadaan istri dan calon anak saya dok" ucapku dengan nada serak
"Tenang dulu bapak, mari ikut keruangan saya dulu suami dan orangtuanya."ucap dokter itu. Aku pun mengangguk mengikuti dokter keruangannya bersama mertuaku aku melihat mama mertuaku menangis dipelukan papa mertua. Sedangkan yang lainnya menunggu di depan ruang UGD
"Jadi begini pak,bu, mas benar suaminya?" Ucap dokter itu tak percaya.
"Iya dokter tadi kan saya sudah bilang"
"Baik, ibu ola mengalami pendarahan, mungkin terlalu banyak pikiran dan stress, alhamdulillah pendarahannya sudah bisa dihentikan tapi.."dokter yang bernama Cindy itu menggantungkan kalimatnya
"Tapi apa dok, anak saya gpp kan?" Ucap mama gita
"Iya ibu, kandungan di rahim bu ola cukup kuat sebenarnya dan masih bisa diselamatkan tetapi karena pendarahan, saya tidak bisa menjamin keselamatan keduanya jika bu ola mengalami pendarahan lagi, jadi saya akan memberi pilihan, karena ini menyangkut nyawa jadi saya harus mendapatkan jawaban pilihan dan izin dari suami dan juga ibu ola sendiri jika sudah sadar nanti" jelas dokter cindy
"Pilihannya apa dokter?" Tanyaku, aku gak sanggup jika aku harus kehilangan keduanya. Ya allah tolonglah mereka ya allah.
"Pilihannya maaf kandungan ibu ola harus digugurkan dan mengeluarkan bayinya agar rahim bu ola tidak lemah dan bisa mengandung lagi setelahnya, pilihan keduanya jika kalian memilih dipertahankan, ibu ola harus benar-benar bedrest dan tidak boleh stress jika sampai terjadi pendarahan untuk kedua kalinya bisa jadi nyawa keduanya bisa tak tertolong."
Badanku lemas mendengar penjelasan dokter. Ini sungguh di luar dugaanku aku diberi pilihan yang sangat menyulitkan untukku bagaimana bisa aku mengorbankan calon anak kami. Tetapi jika tidak, aku takut ola mengalami pendarahan lagi dan tidak bisa diselamatkan . Aku benar benar tidak bisa memilih pilihan itu. Orangtua ola sudah menangis mendengar penjelasan dokter
"Mah,pah maafin randy, randy gak bisa jagain anak papa dan mama, randy menyesal mah andai tadi randy gak marah sama ola,mungkin ini gak akan terjadi, maafin randy mah pah" dokter yang memperhatikan kami hanya terharu.
Mungkin karena melihat pasangan suami istri yang masih sma yang terlihat dari pakaiannya yang masih banyak kelabilan.
"Sudah rand, ini bukan salah kamu ini sudah takdir allah, sekarang pilihannya ada dikamu nak" ucap papa rahman, mama gita masih menangis dipelukan papa
"Dokter apa tidak ada pilihan lain dok?"
"Tidak ada pak, jika bapak randy memilih mempertahankan janin dikandungan ibu ola, saya masih bisa sedikit membantu untuk memberi perawatan. Ibu ola harus istirahat total untuk kurang lebih 2 bulan lagi untuk memperkuat kandungannya. Tidak boleh stress dan banyak pikiran dan juga dirawat dirumah sakit dulu sampai setidaknya keadaan ibu ola membaik."
"Randy apa sebaiknya digugurkan saja kandungannya?" Ucap papa rahman
"Papa, tapi ola sangat senang dengan kehamilannya sekarang, aku gak yakin ola mau menggugurkanya, lagian mengguguri kandungan itu haram pa" ucapku pelan
"Tidak haram rand, kalau memang itu satu-satunya jalan untuk menyelamatkan ibunya" ucap papa lagi
"Bapak bisa berdiskusi terlebih dahulu untuk mengambil keputusannya, dan menanyakan langsung kepada ibu ola yang sebentar lagi akan sadar"
"Tapi dok jika kita membicarakannya dengan ola, apa itu tidak mengganggu pikirannya dan membuatnya stress dok"
"Iya, tetapi jika ibu ola tidak diberi tahu untuk memutuskannya saya khawatir dengan kondisi bu ola saat tahu pada akhirnya itu lebih membahayakan kondisi ibu ola"
"Baik dok nanti saya coba untuk bilang pada ola, apa saya sudah bisa keruangannya?"ucapku
"Iya sudah bisa, sebentar lagi juga akan sadar"
Setelah berpamitan pada dokter cindy, aku langsung menuju ruangan UGD disusul dengan mertuaku.
Aku berlari kecil, penampilan ku sudah tak karuan dari tadi. Aku masih memakai seragam yang terkena darah saat aku menggendong ola tadi. Rambutku sudah acak acakan, wajahku sudah kumel, orang orang memperhatikanku tapi aku tidak memperdulikannya yang sekarang aku pikirkan bagaimana aku bicara dengan ola.
Flashback off
Ola mengerjapkan matanya, kulihat ia yang samar-samar mulai membuka matanya. Aku tersenyum melihatnya
"Mas dimana aku?"tanyanya
"Kamu dirumah sakit sayang"
"Aku kenapa mas? Baby kita gpp kan?"tanya ola lemas
"Kamu minum dulu ya yang" aku mengambil gelas berisi air putih di meja samping brangkar ola dan membantunya untuk minum
"Udah mas, aku kenapa? Baby kita gpp kan?"tanyanya lagi
"Tenang sayang, ia jagoan kita gpp kok" ucapku menenangkan ola
Aku memandang ola ku lihat wajahnya yang berseri-seri saat aku bilang babynya gpp, aku benar benar gak tega untuk bilang semuanya ke ola
"Mas kok masih pakai seragam, sekarang sudah malam lho mas, kamu gak pulang ya"ola melirik jendela yang masih terbuka gordennya. aku menggenggam tanganya lalu kucium keningnya pelan
"Iya sayang aku khawatir banget sama kamu, maafin aku yaa yang karena aku udah marah sama kamu"
"Iya mas gpp, oh ya kapan aku boleh pulang?"
"Kamu harus dirawat disini dulu yang sampai kondisi kamu benar-benar baik" ola mengangguk aku harus bilang ola yang sebenarnya tapi aku gak sanggup takut ola tidak bisa menerimanya
"Yang sebenarnya ada yang mau aku bicarakan"
"Bicara saja mas"
"Tapi kamu janji untuk gak berfikir yang enggak-enggak dan juga kamu tidak boleh terlalu memikirkannya"ola mengangguk
Bismillahirahmannirahim ucapku sebelum aku mengatakan yang sebenarnya
"Sebenarnya ada sebuah pilihan la, pilihan yang sulit" aku menjeda omonganku, ola memandangku tajam
"Pilihan kalau kita harus memilih untuk menguggurkan kandungan kamu demi keselamatan kamu dan rahim kamu. Dan juga pilihan kalau kita mempertahankan janin kamu maka kamu harus istirahat total dan tidak stress jika terjadi pendarahan untuk kedua kalinya bisa-bisa ibu dan bayinya tidak tertolong" ucapku pelan sambil menggenggam tangan ola erat. Ola diam sejenak memandangku dengan pandangan yang tak bisa terbaca
"Aku mau mempertahankan anak kita mas" ucap ola cepat
"Tapi.." belum sempat aku berbicara ola sudah memotongnya lagi
"Aku akan berusaha menjaganya mas, aku janji tidak akan stress dan istirahat total. Aku akan mempertahankan kandunganku dengan nyawaku sekalipun, aku mohon kamu menerima keputusanku mas" ucap ola yang terlihat begitu tegar
"Oke, kita akan mempertahankan anak kita tapi kamu harus janji harus benar benar mengikuti petunjuk dokter dan juga aku akan menjaga kamu dan baby kita, aku janji, kita akan menjaganya bersama ya yang" aku mencium kening ola lama, aku harus semangat dan memberi semangat juga kepada ola.
Tak lama para orangtua datang memasuki ruangan ola. Ola sudah dipindah tadi ke ruangan perawatan. Aku memesan kamar vvip agar ola nyaman saat dirawat. Para orangtua pun menanyai kabar ola. Mereka sangat khawatir dengan keadaan ola, sungguh aku merasa gagal menjadi suami karena tidak bisa menjaga istrinya.
"Jadi,kalian sudah memutuskan?"tanya papa rahman aku mengangguk
"Iya sudah pah, aku dan ola memutuskan untuk mempertahankannya dan aku janji akan menjaga ola"
"Iya pah, kalian tidak usah khawatir insyaallah ola kuat dan bisa menjaga kandungan ola dengan baik"ucap ola
"Yasudah sayang, kamu harus benar-benar bedrest tidak boleh ngapa-ngapain pokoknya kamu full dirumah mama bakalan jagain kamu" ucap mama gita
"Iya mah makasih ya mah"
...
1 Minggu sudah ola dirawat dirumah sakit, kondisinya sudah membaik, tetapi masih di anjurkan untuk bedrest. Hari ini diperbolehkan pulang, randy mengemasi barang ola kedalam tas. 1 minggu ini randy benar benar menjaga ola. Pekerjaannya dikantor nanti ia lakukan setelah kondisi ola benar-benar sehat. Untung saja ujian nasional telah usai jadi siswa-siswi tidak diwajibkan hadir. Hanya tinggal menunggu kelulusan sekitar 1 bulanan lagi.
Randy mendorong kursi roda ola sampai kedepan mobil lalu ingin menggendong ola untuk masuk mobil tapi ola menolak
"Mas aku bisa masuk sendiri, aku gak lumpuh mas"
"Tapi kami gak boleh cape la"
"Ya allah, mas ini cuma sini situ doang cuma 3 langkah paling"ola berdiri dibantu randy, setelah ola masuk mobil, randy memasukkan kursi roda ke dalam bagasi mobil, karena kata dokter ola tidak boleh capek dan banyak jalan jadi randy berfikir untuk membawa kursi roda yang sudah dibeli untuk dirumah.
Setelah sampai dirumah, ola disambut kepulangannya oleh sahabat dan orangtua. Mereka mendoakan untuk kesembuhan ola juga mendoakan agar kandungan ola selalu dilindungi Allah.
Setelah itu ola kembali beristirahat lagi. Randy akan menjaga dan merawat ola. Ola hanya bisa menurut perkataan suaminya. Ola benar-benar tidak boleh melakukan apa-apa.
...
Hari ini ola benar benar masih lemas ia masih mengalami morning sickness. Setiap harinya ola hanya didalam kamar.
Makan selalu disuapin randy begitu juga dengan mandi.
Pada awalnya ola menolak untuk dimandikan tetapi randy tidak mau kejadian kemarin terjadi lagi saat ola mandi tidak sengaja ola hampir terjatuh karena kepleset untung saja ola bisa pegangan pada wastafel, randy mengetahuinya karena mendengar suara botol jatuh dari kamar mandi dengan sigapnya randy langsung memasuki kamar mandi tanpa mengetuk pintu yang untungnya tidak dikunci. Saat itu ola kaget karena ia sedang tidak berpakaian randy yang melihat langsung membalikan badan lalu menyuruh ola memakai handuk. Semenjak itu randy jadi semakin protektiv karena takut ola kenapa-napa jadi mulai saat itu ola tidak boleh mandi sendiri
"Ayo bund mandi, udah sore, belum solat ashar lagi" ucap randy
"Aku mandi sendiri ya, maluu mas"
"Gak ola, ngapain malu toh aku udah pernah lihat"
"Tapi tetep aja malu mas, aku mandi sendiri aja ya"
"Enggak bund, ayo cepet mau aku gendong?"
"Emang kuat?"
Randy tidak menjawab dan langsung menggendong ola, ola yang kaget langsung mengalungkan tangannya dileher randy. Randy mengambil kesempatan untuk mengecup bibir ola. Setelah itu randy membawa ola kekamar mandi dan mendudukan ola di closet sambil membantu membuka baju ola, lalu menggendong lagi membawanya ke bathup yang sudah randy siapkan air hangat untuk berendam sebentar.
Setelah mandi dan berpakaian ola dan randy segera menunaikan kewajiban nya sebagai muslim. Setelah selesai solat ashar randy mengajak ola keluar kamar menggunakan kursi roda dan mengajaknya keluar kamar
"Mau kemana rand?" Tanya mama gita saat randy keluar kamar bersama ola.
"Mau jalan-jalan sekitar komplek mah, kasian ola dirumah mulu, bosen" kata randy sambil mendorong kursi rodanya
"Yasudah hati-hati ya rand"
"Iya mah kita keluar dulu ya assalamualaikum"
"Ola jalan-jalan dulu ya mah assalamualaikum"
"Waalaikumsalam hati-hati"
Sekarang ola dan randy sedang berada di taman dekat komplek perumahannya. Karena sore hari suasana ramai banyak anak-anak komplek yang usianya sekitar 5-7 tahunan sedang bermain ditaman bersama pengasuhnya.
"Mas anak-anaknya lucu yahh.. anak kita kalau sudah besar pasti lucu dan menggemaskan seperti mereka" ucap ola sambil memandang anak anak yang sedang bermain ayunan
"Iya selain lucu juga pasti ganteng kaya papahnya"randy yang duduk di kursi disebelah kanan kursi roda ola tersenyum sambil memandang wajah istrinya
"Emang anak kita laki-laki mas?"
"Iya sayang waktu di usg dokter bilang anak kita laki-laki"
"Alhamdulillah, berarti ini jagoannya papa dong ya" ucap ola lalu mengusap perutnya, randy berjongkok didepan ola kemudian mengelus perut ola yang sudah kelihatan lalu menciumnya
"Iya dong jagoan papa jangan nakal ya.."
"Baby boy gak nakal kok papah.. baby boy sayang bunda sama papah" ucap ola yang meniru suara khas anak-anak
"Baby boy?"
"Iya baby boy, anak kita kan laki-laki jadi aku mau manggilnya baby boy"
"Iya boleh juga tuh bund, baby boy nya papa dan bunda"
Ola dan randy mengobrol ria dan saling bercanda di taman sampai waktu mendekati magrib. Sebelum magrib berkumandang mereka segera pulang.