Ola pov
Sebentar lagi aku menjadi seorang istri dari sahabat baiku sendiri. Aku tidak menyangka Randy adalah jodohku. Aku memang belum mencintai Randy, tapi aku akan berusaha mencintainya mungkin begitu juga dengan Randy. sekarang aku sudah mengganti pakaian ku dengan gaun pengantin yang indah .. aku memandangi diriku di cermin.. yaa Allah ternyata aku cantik juga dengan balutan gaun pengantin berwarna putih ini serta jilbab nya. dari jam 7 pagi tadi aku sudah di make over oleh perias pengantin, sekarang mukaku sudah terhias cantik oleh make up.
Saat aku memandangi diriku dicermin tiba tiba pintu kamarku terbuka kulihat disana ternyata mama yang sudah rapi juga dengan kebayanya, mama menghampiriku dengan wajahnya yang sedikit tegang
"MasyaAllah kamu cantik sekali sayang, sampai mama pangling" ucap mama lalu menghampiriku di meja riasku
"iya makasih mah,mama juga cantik, ini semua kan pilihan mama" pujiku, aku melihat senyum mama yang kelihatan begitu bahagia dari kaca riasku
"sayang kamu sudah siapkan dengan pernikahan ini?, Ola maafkan mama ya sebelumnya, mungkin mama dan papa terlalu memaksakan kamu untuk menikah muda, tapi ini semua kami lakukan demi kebaikan keluarga kita dan keluarga Randy" ucap mama sambil meneteskan air mata. Aku yang melihat mama meneteskan air mata langsung berbalik badan dan memeluk mama
"Mama, Ola sudah siap ko, Ola ngerti ko mah ini semua demi kebaikan kita, mama jangan nangis dong, Ola kan jadi sedih" mama tersenyum dan memelukku erat
Tak lama terlihat Tiara dan papa yang ada di ujung pintu kamarku mereka menghampiriku. Papa yang terlihat gagah dengan jasnya dan Tiara juga yang cantik dengan kebayanya.
"Olaa.. ya allah putri papa yang satu ini cantik banget.." ucap papa memujiku
"iyaa ka Ola cantik banget.." lanjut Tiara
"iyaa makasih pah, de" ucapku tersenyum
"selamat kamu ya nak, sebentar lagi kamu jadi istrinya Randy, maafkan papa jika ini terlalu cepat untukmu Ola " ucap papa seraya memelukku
"iya pah aku gpp ko aku sudah siap menikah dengan Randy" ucapku lalu membalas pelukan papa.
"oiya mah pah Ola minta maaf ya jika selama ini Ola belum bisa jadi anak yang berbakti, belum bisa bahagiain mama papah.. Ola minta restu dan doanya ya mah,pah" ucapku sambil mencium tangan papa dan mama.
"iya sayang, kamu itu anak yang baik selalu menurut perkataan mama papa, mama selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anak mama" ucap mama lalu mencium keningku
"papa juga Ola, papa dan mama sangat sayang sama kamu dan Tiara" ucap papa
dan kami pun berpelukan.
Randy pov
Ya Allah sebentar lagi aku akan menikahi seseorang yang telah mengisi hariku sebagai sahabat. Dia adalah sahabat terbaikku yang sebentar lagi akan menjadi istriku.
Yaa Allah lancarkan lah pernikahan ini, jika aku sudah menikahi Ola maka berikanlah kami kemudahan untuk menjalankan rumah tangga kami, aku akan mencintai Ola walaupun belum sepenuhnya tapi aku berjanji akan menjaga pernikahan ini sampai kami saling mencintai dan tidak ada yang memisahkan selain maut yang memisahkan.
Walapun dihatiku masih sedikit ada rasa dengan Tiara adik Ola, aku berusaha untuk melupakannya.
Aku memandangi diriku di cermin hari ini aku memakai tuxedo berwarna putih aku membetulkan sedikit rambutku yang berantakan.
aku pun segera turun dan menghampiri keluargaku yang sudah menununggu. Aku melihat mereka dari tangga mereka sudah rapih dengan pakaiannya masing-masing
"Randy.. kamu hari ini tampan sekali menggunakan tuxedo berwarna putih itu Rand" ucap papa
"iya kamu tampan sekali nak, selamat ya kamu sebentar lagi akan menikah dengan Ola, mama senang sekali" ucap mama lalu mengampiriku
"iya mah, pah terimakasih, inikan semua berkat kalian" ucapku lalu memeluk mama
"iya sayang, papa senang kalau kamu bahagia dengan pernikahan ini" ucap papa
"iya pah mah aku bahagia ko, aku minta doa restu nya ya mah pah"
Mama dan papa tersenyum memandangiku, terlihat dari wajahnya yang berseri-seri dan terlihat bahagia, ya Allah gimana coba kalau aku menolak permintaannya dulu, aku pasti gak bisa melihat wajah mereka yang kelihatan begitu bahagia.
"Mama dan papa sangat merestui pernikahan kalian nak. Semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah" ucap mama
"Iya mah, makasih ya.. yaudah ayo pah mah, kita berangkat kerumah Ola nanti telat lagi" ucapku
"ciee yang semangat banget, nanti jangan salah ya ijab qabulnya.. "ucap ka Irma yang sedang menggendong Adelia
"pasti.. aku sudah hafal ko ka.." ucapku semangat
"iya.. btw selamat ya de.. semoga kamu jadi keluarga yang samawa" ucap ka Irma
"iya ka terimakasih, amin. doakan saja ya"ucapku mengakhiri pembicaraan
Kami pun berangkat menuju kerumah ola. karena sekarang jam sudah menunjukkan pukul 08.30 wib dan ijab qabul akan dilaksanakan jam 10.00 wib.
Ola pov
Aku masih didalam kamarku yang sudah diubah menjadi kamar pengantin. Mama, papa dan Tiara sudah turun kebawah karena akan menyambut kedatangan keluarga Randy.
Dan aku masih bolak balik memandangi jam.. sekarang jam 09.30 tapi ko sahabat ku belum datang juga padahal kan ijab qabul dilaksanakan jam 10.00. keluarga Randy juga sudah sampai ditempatku. Aku juga sangat deg deg an dari setadi jantungku berdegup begitu kencang.
"Tok tok assalamualaikum Ola"ucap orang yang mengetuk pintu kamarku
"waalaikumsalam.. kalian" ucap ku saat membuka pintu lalu aku memeluk Fani dan Silvi bergantian
"iya maaf ya Ola kami telat.. " ucap Fani
"iya gpp ko, yang penting kalian sudah datang sekarang" ucapku. Silvi dan Fani melihat ku dengan tatapan yang ga biasanya
"ya Allah lu cantik banget La" ucap Silvi
"iya La kita sampai pangling" ucap Fani.
"ah kalian bisa aja, si Dhika mana kok ga bareng kalian" tanyaku
"ada, Dhika dibawah, sengaja gue suruh tunggu di bawah aja, biar dia ga bisa liat lu La" ucap Silvi
"ohh gitu.. ya sudah ayo masuk " ucapku lalu menarik tangan Fani dan Silvi memasuki kamarku.
"Cie Ola gimana nih perasaannya sekarang?" tanya Silvi
"Deg degan banget Sil ini jantung udah kaya mau copot"
"Kamar pengantin yang bagus Ola, pasti ntar malem Randy tidur disini ya?" Tanya Fani sambil memperhatikan kamarku yang didekor menjadi kamar pengantin
Kami pun mengobrol sambil menunggu aku diperbolehkan turun kebawah. karena pengantin wanita tidak boleh keluar dulu sebelum ijabqabul selesai. Taklama Tiara pun datang
"Ka Ola, ijab qabul sudah selesai diucapkan ka Randy, dan kaka sekarang sudah sah menjadi istrinya, selamat ya kak" ucap tiara yang mengahampiriku
"sudah selesai Ra? Alhamdulillah ko cepet banget.." ucapku kaget
"iya alhamdulillah lancar ka jadi cepet, ayo ka turun sekarang, sudah ditunggu mempelai pria dan yang lainnya kaka ditemani ka Fani dan ka Silvi ya, Tiara duluan ya" ucap Tiara lalu meninggalkan kamar
Aku menghela nafas sekarang aku benar-benar sudah menikah dengan Randy.
"ayo La, pasti mempelai pria sudah menunggu" ucap Fani lalu mengandeng tanganku sebelah kiri
"iya La ayo kita turun, bismillah" ucap Silvi sambil menggandeng tangan kananku.
Aku pun menurut setelah melihat penampilanku lagi aku berjalan keluar pintu
"Bismillah, aku deg deg kan Sil, Fan" ucapku sambil melangkah dengan pelan.
Aku pun turun kebawah yang didampingi Fani dan Silvi.. semua orang yang ada dibawah melihat kearahku.. tapi aku masih menundukan wajahku dan aku pun semakin deg deg kan dan akhirnya kami pun sampai dibawah dan aku segera duduk di bangku sebelah Randy.
Semua orang masih memperhatikanku dan randy menatapku dengan matanya yang tajam.. aku pun tersenyum. Kami saling memandang, aku menatap Randy matanya yang berwarna coklat, Ya Allah tampan banget si Randy, aku baru menyadari bahwa Randy benar benar sangat tampan.
Suara pria dihadapanku mengagetkanku yang sedang memandang Randy aku menunduk agak malu
"sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri, jadi silakan pengantin wanita mencium tangan pengantin pria, dan juga pengantin pria boleh mencium pengantin wanita" ucap sang penghulu
Lalu aku mencium tangannya dan ia pun mencium keningku dan seraya mengucapkan "kamu cantik banget ola, aku pangling" bisik Randy kepadaku.
Setelah itu kami pun menandatangani buku nikah.. dan juga Randy memakaikan ku cincin. Dan kami pun benar benar sudah sah menjadi suami istri. Hatiku sedikit lega, alhamdulillah semuanya lancar
Setelah itu kami pun sungkeman ke orangtua kami. Orang orang yang melihatnya terharu dan ikut senang dengan pernikahan ini.
Aku dan Randy sudah duduk dipelaminan yang dibuat sedemikian rupa didalam rumahku. Rumahku hanya dihias sedemikian rupa dengan tema berwarna putih sederhana tetapi masih terlihat mewah dan indah.
"Ola, kamu sekarang sudah sah jadi istriku.. hari ini aku bahagia bisa duduk dipelaminan denganmu" ucap Randy lalu memegang tanganku. Aku memandang Randy yang sekarang sudah sah menjadi suamiku
"iya Rand aku juga senang sekarang kita duduk bersama disini dan mendapatkan ucapan dan doa dari para tamu undangan"
Kami pun berdiri membalas salaman para undangan. Dihadapanku kini ada sahabatku Silvi dan Dhika serta Fani dibelakang Silvi
"ciee Randy Ola kalian sudah sah sekarang, selamat ya buat sahabatku ini" ucap Silvi lalu cipika cipiki denganku yang kubalas dengan pelukan
"iya selamat ya broh, sekarang lu udah punya bini nihh.. " ucap Andhika lalu memeluk sahabatnya, Randy.
"iya makasih ya Dhik, lu kapan nih sama Silvi?" ucap Randy sambil memandang ke arah Silvi
"iya tau nih Sil, kalian cepet nyusul yaa, jangan pacaran mulu" Aku memandang Silvi dan Dhika yang hanya tersenyum malu
"iya tenang aja .. iyaa gak Sil" ucap Dhika
"ehh gue yang jomblo ga didoain nih.." ucap Fani yang langsung bicara dari belakang Silvi
"ehh iyaa Fan, semoga cepet dapet jodohh yaa lupain aja tuh si Charly dan cepat menyusul kita ya" ucap Randy
" iyaa makasih Randy.. Olaa selamat ya semoga lu bahagia sama Randy" ucap Fani lalu gantian cipika cipiki denganku
"iya makasih ya sayangku Fani, kamu jangan sedih menjomblo.. pasti nanti kamu ketemu sama pria impian kamu" ucapku lalu memeluk Fani
Setelah salaman kami pun berfoto berlima.. setelah itu Fani,Silvi,Dhika turun untuk mencari makanan. Aku dan Randy pun masih kembali menyalami para undangan...
Aku dan Randy sudah berada dikamar kami tepatnya sih dikamarku. Setelah acara selesai pun kami minta ijin beristirahat sebentar di kamar sebelum makan malam.
"Olaa gue gak tau kenapa gue bisa seneng bangett bisa nikah muda gini, gue ga nyangka yang gue nikahin itu lo" ucap Randy lalu merebahkan badanya di kasurku. Aku melihat ekspresi Randy dari kaca riasku
"iya Rand, aku juga ga nyangka kita bakalan nikah diumur kita yang masih 17 tahun.. tapi..." ucapku menggantungkan kalimat
"tapi apa Ola?" ucap Randy yang langsung duduk di tempat tidur.
"tapi.. kita gakk melakukan hal itu sekarang kan?" ucapku terbata, sebenarnya aku malu mengatakan ini tapi mau gimana lagi, aku takut apalagi ini malam pertama kami
"hahahaha gak lah , aku bisa ngerti ko.. kita kan masih sekolah .. kamu juga pasti belom siap, jadi aku akan menunggumu sampai siap minimal sampai kita lulus sekolah lah" ucap Randy lalu memelukku dari belakang. Aku kaget karena Randy yang tiba-tiba memelukku, walau sudah halal tapi rasanya aku masih canggung
"Alhamdulillah, makasih ya Rand" ucapku sambil melepaskan pelukan randy
"kenapa La, kamu gak mau aku peluk ya?" ucap Randy, aku menggeleng bukannya gak mau tapi aku gak terbiasa Randy batinku
"buuukan begitu Randy, akuu masihh malu dan belum terbiasa dipeluk orang lain selain keluargaku dan sahabat perempuanku" ucapku terbata, Randy pun tersenyum
"sekarang kan gue udah jadi suami dan juga keluarga lo La , jadi lo ga usah malu ya La, mungkin ini belum terbiasa tapi ini akan menjadi kebiasaan nantinya " ucap Randy lalu memelukku kembali.
"iyyya Rand" ucapku lalu aku mencoba membalas pelukan Randy. Randy yang merasa dibalas pelukannya pun membalas dengan ciuman dikeningku.
"yaudah sekarang kita mandi, ganti baju ya lalu kita makan malam " ucap Randy
...
Setelah mandi dan solat magrib Ola dan Randy pun turun untuk makan malam.
Disana sudah ada papa mama Ola, papa mama Randy, kak Irma dan Aldi serta Adelia.
Setelah makan malam, mereka pindah keruang keluarga agar lebih nyaman.
"Randy untuk sementara waktu kamu tinggal saja dulu disini dirumah mertuamu, papa belum menginginkan kamu tinggal berdua dirumah bersama Ola saja" ujar Andhika
"Iya Rand kamu juga bisa gantian tinggal di rumah papamu" ucap Rahman pada Randy
Randy pun mengangguk.
Setelah mendengarkan nasihat dari para orangtua, keluarga randy pun pamit pulang. Karena hari sudah malam semuapun memutuskan ke kamar masing masing untuk istirahat.
Randy dan Ola sudah berada dikamar Ola, Ola dan Randy yang baru pertama kali sekamar berdua pun canggung.
Dan akhirnya Randy memutuskan untuk tidur di sofa. Ola yang melihat pun sedikit kasian dengan Randy yang sekarang adalah suaminya. Randy yang terlihat agak cape sudah terlelap di sofa. Ola memperhatikan wajah suaminya ia memberikan randy selimut lalu ola pun menuju ranjangnya untuk istirahat juga. Ola akhirnya pun terlelap menyusul Randy yang sudah ada di alam mimpi.