Ola dan Randy memasuki ruangan kelasnya
"Assalamualaikum" ucap Ola dan Randy
"Waalaikumsalam Ola Randy, ayo kalian masuk dan duduk" ucap bu Desi wali kelas XII ipa 1. Semua mata teman-temannya menatap Ola sinis dan berbisik bisik. Bu Desi yang melihat ketidaksukaan muridnya langsung berbicara
"Sudah tidak baik membicarakan orang yang tidak tidak. Sebaiknya kita bertanya kepada Ola langsung" ucap bu Desi lalu ia menghampiri meja Ola
"Ola apa benar yang sudah digosipkan teman kamu?" tanya bu Desi pelan
"Iya benar bu, saya memang sedang hamil" kata Ola sambil menunduk. Murid dikelas menyorakinya "wuuuu"
"Sudah diam jangan berisik semuanya"
Para murid pun diam
"Terus setelah kamu dipanggil di bk, apa yang akan dilakukan sekolah untuk kamu Ola?" tanya bu Desi lembut. Ola merupakan siswa andalan dikelasnya, bu Desi cukup kaget atas pengakuan Ola
"Saya masih diperbolehkan sekolah bu, mengingat ujian nasional yang sebentar lagi." Ucap Ola
"Baiklah, kamu kenapa bisa ngelakuin hal ini La, ibu yakin kamu itu wanita baik-baik segala prestasi telah kamu dapatkan." Ucap bu Desi prihatin dengan muridnya
"Sebenarnya saya sudah menikah bu 5 bulan yang lalu" ucap Ola
Randy yang dari tadi diam mendengarkan Ola dan gurunya membuka suara
"Iya bu, Ola telah menikah dengan saya." Ucap Randy dari sebelah bangku Ola
"Apa? Jadi benar kalian sudah menikah?" tanya bu Desi lagi, ia tidak habis pikir 2 murid berprestasinya sudah menikah
"Iya bu" ucap Randy dan Ola barengan
"Jadi bener lo Rand yang hamilin Ola, wah parah lo Rand, gue kira itu gosip doang dari kelas sebelah" ujar Adit salah satu teman kelas mereka
"Iya Dit, kebablasan gue" ucap Randy
"Wahh enak dong ya Rand belah duren" tambah Doni
Satu kelas tertawa karena ucapan Doni. Ola yang malu menundukan kepalanya
"Sudah sudah Doni kamu apa-apaan sih, baiklah ibu bersyukur karena kamu tidak hamil diluar nikah Ola" ucap bu Desi menenangkan. Bu Desi kembali kemeja gurunya.
"Sudah ya jadi sudah jelas bahwa Ola hamil karena sudah menikah, jadi kalian tidak boleh menghujat Ola mengerti"
"Mengerti bu" jawab mereka serempak.
Ola menghela nafas karena permasalahannya sudah selesai.
Teman-teman kelasnya pun menerima keadaan Ola. Karena Ola yang dikenal mereka adalah perempuan baik-baik yang selalu ramah pada teman-temannya. Teman-teman kelasnya sungguh tidak percaya saat Ola dituduhkan dengan 3 orang cabe saat istirahat tadi.
Ola mengelus pelan perutnya
"Kamu yang kuat ya de, bunda selalu ada buat kamu"gumam Ola pelan yang didengar Randy
"Ada papa juga yang menemani kalian" ucap Randy sambil mengelus perut Ola.
...
"Randy bangun" ucap Ola sambil menggoyangkan badan suaminya
"Iya Ola kenapa?" Ucap Randy yang matanya masih tertutup
"Aku laper"
"Bukannya tadi sebelum tidur sudah makan?" Randy membuka matanya lalu menatap wajah cantik istrinya
"Iya tapi laper lagi, aku kepengen bakso" ucap Ola sambil merengek
"Bakso? Tengah malam begini mana ada bakso sayang" ucap Randy
"Gak mau tahu aku pengen bakso hiks hiks" ucap Ola sambil menangis
"Ko nangis sih, ayo kita cari ya" ucap randy lalu menghapus air mata ola
Randy tahu masa-masa kehamilan Ola membuatnya lebih sensitif dan manja. Randy bisa mengerti jika Ola manja pada Randy. Randy pun senang karena Ola bermanja dengan dirinya.
Randy memakaikan jaket ke istrinya lalu memakaikan juga jilbab langsungan Ola
"Makasih ya mas"
"Mas?"
Ola mengangguk
Mereka pun keluar kamar dan segera menuju garasi mobil.
"Mau kemana kak tengah malam begini?" tanya Tiara yang baru saja muncul dari dapur
"Heh Tiara ngagetin aja, ini kakak kamu ngidam minta bakso, cari dimana ya tengah malam begini" Tiara tampak berfikir
"Hemm bakso bakso hah di ujung jalan dekat lampu merah jembatan kak ada, kalo masih ada tapi" ucap Tiara
"Ra ko kamu gak pake kerudung sih ada Randy juga" ucap Ola mengingatkan adiknya kalau ia tak memakai kerudung
"Ahh iya lupa kak hehe, dikira kan kalian udah pada tidur" ucap Tiara sambil tertawa
"Yaudah masuk gih, Kamu ikut ya Ra temenin kakak makan bakso"
"Aku ngantuk, kakak aja ya sama ka Randy, aku mau tidur" ucap Tiara sambil menguap
"Mas, Ara gak mau ikut hiks hiks hiks" ucap Ola sambil menarik narik jaket Randy
"Yahh kok nangis sih kak, gak biasanya kakak begini" ucap Tiara
"Namanya juga bumil Tiara, sensitiv, udah ikut aja ya" bisik Randy pada Tiara
"Yaudah aku ikut, tunggu aku ambil jaket sama jilbab dulu" Ola bersorak gembira
"Yeay.. cepetan Ra"
Akhirnya mereka bertiga pun pergi untuk membeli bakso. Untung saja tukang bakso yang dibilang Tiara masih buka dan masih ada. Randy memesan tiga mangkok bakso
Ola memakan dengan lahapnya. Sedangkan Tiara dan Randy hanya memakan beberapa sendok saja karena masih kenyang.
"Ara kok gak diabisin baksonya"
"Ara masih kenyang kak" ucap Tiara yang sekarang dipanggil Ola dengan sebutan Ara, supaya lebih gampang katanya
"Yaudah sini aku yang makan Ra" Ola pun menghabiskan bakso Tiara
Setelah makan bakso mereka bertiga pun segera pulang. Ola yang sudah kenyang merasa ngantuk dan tertidur di dalam mobil. Saat sudah sampai rumah Randy melihat istrinya sudah terlelap ia pun tidak tega membangunkan Ola memutuskan untuk menggendong Ola dan dibawanya ke kamar.
Tiara yang melihat kakak iparnya begitu sayang pada kakaknya tersenyum. Ia bisa melihat kebahagiaan kakaknya apalagi semenjak hamil. Tiara bersyukur ka Randy bisa menjaga ka Ola dengan baik.
...
Ola menghampiri Fani, Silvi, Dhika yang sudah duduk dikantin sekolah
"Oyy kekantin gak ngajak-ngajak" ujar Ola yang langsung duduk di samping Dhika
"Yeeh tadi kan lu bawa bekel La" ucap Silvi sambil memakan siomay nya
"Dhika, lu minum apa sih mau dong" ucap Ola
"Ohh ini milo La, lo mau gue pesenin ya"
Ola menggeleng
"Maunya punya kamu Dhik" ucap Ola sambil memandang Dhika
"Ehh jangan, ini bekas gue La.. tar gue diomelin laki lu lagi"
"Gak udah gpp ya, sedotan nya aja buang" Dhika yang gak tega pun memberi minumannya yang masih setengah, lalu membuang sedotannya
Randy yang baru datang dengan 2 jus ditangannya menghampiri Ola dan sahabatnya
"Ehh Ola kok kamu minum gituan sih, itu punya siapa?" Tanya Randy yang melihat Ola minum
"Punya Dhika hehehe" ucap Ola sambil tertawa
"Ihh si Dhika ngapain lo kasih ke Ola, ini jus strawberry nya La" Ola menerima jus nya belum minum Ola sudah merasa mual
Hoek "gak ah Rand enek" huekk Ola menutup mulutnya.
"Tadi katanya mau jus strawberry" kata Randy yang sedikit kesal
"Gak jadi udah gak kepengen tadi udah minum milonya Dhika" ucap Ola sambil kembali minum milonya
"Sabar ya Rand" ucap Dhika sambil menepuk pundak Randy
"Selalu sabar gue Dhik, nih buat lu dah jusnya" ucap Randy, Dhika menerimanya
...
"Mas bobok yuk.. " ucap Ola menutup bukunya. Baru saja ia selesai belajar dengan Randy
"Iya sayang bentar lagi ya, tanggung nih 2 soal lagi" ucap Randy yang masih berkutat dengan bukunya
"Ayoo.. tidur sekarang aja, nanti kamu liat punya aku aja aku udah selesai kok mas" ucap Ola sambil menarik lengan Randy
"Yaudah, ayo bobok"
"Gendong" Randy menghela nafas, ia pun menggendong Ola dan membawanya ke ranjang. Sekarang Randy harus memeluk Ola sambil mengusap punggung ola sebelum tidur, katanya ia gak bisa tidur kalo tidak dekat dengan suaminya.
Hari demi hari dilewati oleh Ola dan Randy, Ola semakin hari semakin manja dengan Randy, Randy selalu sabar menghadapi sikap Ola.
Randy yang selama ini menjadi sahabatnya Ola tahu kalau Ola gak pernah manja ia merupakan perumpuan yang tangguh yang merupakan sosok mandiri.
Tapi beda dengan kali ini Ola yang sudah menjadi istrinya sangatlah berbeda apalagi saat Ola hamil Ola ingin selalu diperhatiin dan segala permintaannya harus dituruti.
Tetapi Randy cukup bahagia dengan sifat Ola. Ia makin selalu dekat dengan Ola. Kata mama mertuanya Ola dari kecil memang tidak manja tapi semenjak ia menikah dan hamil sifatnya bisa begitu berubah.
"Maafin aku ya mas, kalau selama ini aku ngerepotin kamu terus" ucap Ola saat baru bangun tidur. Ola merasa tidak enak, semenjak kehamilannya ia selalu merasa merepotkan suaminya
"Ssst kamu gak pernah ngerepotin aku kok" ucap Randy
"Aku bingung dengan sifatku yang sekarang mas, kok aku manja banget ya sama kamu, maaf ya"
"Gpp kok Ola, aku ngerti ini kan bawaan baby kita, mungkin baby kita selalu mau manja dengan papanya" Randy mengusap perut Ola lalu mengecup bibir Ola singkat. Ola mengangguk.
4 bulan sudah usia kandungan Ola. Sekarang saat sekolah ia sudah tidak tutup tutupi lagi toh satu sekolah sudah tahu perihal kehamilan Ola. Tetapi ia masih memakai seragam yang ukurannya lebih besar, agak tak terlalu terlihat dari lingkungan luar sekolah. Karena apa kata orang kalau anak sekolahan hamil.
Sebagian orang mengerti dan mendukungnya tetapi sebagian lagi masih ada yang menghujatnya. Ola mencoba untuk tidak perduli toh ia hamil mempunyai suami bukan karena hubungan gelap.
Perut Ola sudah kelihatan. Kalau ditegaskan memang Ola terlihat sedang hamil walau tertutup dengan seragam yang ukurannya lebih besar. Berat badan Ola juga menambah membuat Ola sedikit terlihat gemuk. Kandungan Ola baik-baik saja karena rutin setiap bulan check up dan ola selalu mengkomsumsi makanan bergizi serta istirahat yang cukup.
Hari ini adalah hari pertama ujian nasional, setelah berdoa dan belajar keras Ola dan Randy pasrah. Ola yang sudah siap mengikuti ujian nasional sangat semangat. Walau dia sedang hamil dan masih merasakan morningsickness Ola masih semangat, karena hari ini dan 2 hari kedepan adalah hari yang menentukan bagi Ola dari tiga tahun ia sekolah.
Ia sudah belajar keras dan juga berdoa, tak lupa ia meminta restu pada orangtua dan suaminya.
Setelah Randy dan Ola berpamitan dan meminta restu dengan papa mama, merekapun berangkat.
"Mas doain aku ya semoga lancar mengerjakannya dan juga doakan aku agar aku tidak mual saat mengerjakan soal" ucap Ola sambil mencium tangan suaminya saat sudah keluar dari mobil dan hendak berjalan meninggalkan parkiran
"Iya Ola, aku mendoakanmu, semangat ya, dede jangan nakal nanti ya, bunda sama papa mau berjuang dulu mengikuti ujian okey" ucap Randy didepan perut Ola lalu menciumnya
"Iya mas, juga semangat ngerjainnya"
"Iya sayang" Randy berdiri lalu mencium kening Ola
"Udah yuk kelapangan" ujar Ola.
Setelah bebaris dilapangan sehabis diberi arahan dan doa bersama, para siswa dipersilahkan masuk ruangannya masing-masing . Randy dan Silvi berada diruangan 20 sedang Ola, Fani, dan Dhika diruangan 19 karena menurut absen namanya
Saat sudah diruangan, Ola sudah duduk ditempatnya, 2 orang guru pengawas sudah memasuki ruangan. Tiba- tiba Ola merasakan perutnya bergejolak saat mencium bau parfum dari sang pengawas.
"Astaghfirullah, yaa allah aku enek banget cium bau parfum, gak mungkin aku suruh keluar kan pengawasnya, ya allah lindungi aku semoga tidak mual lagi" ucap Ola dalam hati. Ola menutup hidungnya dengan tangan.
Pengawas mulai membagikan soal, dan yang membagikan soal didepan Ola adalah pengawas yang memakai parfum yang membuat Ola enek. Seketika Ola langsung mengeluarkan suara
Hoeekk Ola menutup mulutnya karena merasa tidak sopan
"kamu kenapa?" Ucap pengawas itu
"Maaf bu saya izin ke toilet sebentar hoeekk" ucap Ola dan segera berlari ke toilet. Untung saja ruangan yang ia tempati tidak jauh dengan toilet
"Maaf bu teman saya lagi gak enak badan, mungkin dia enek cium bau parfum ibu" ucap Fani yang peka terhadap Ola. Ola kembali setelah 5 menitan dari toilet
"Maaf bu" ucap Ola saat memasuki ruangannya, guru pengawas mengerti dan mempesilahkan Ola duduk dan mengerjakan soal.
Sebenarnya Ola masih mencium bau parfumnya tapi ia mencoba focus dan segera mengerjakan soal dengan membaca bismillah. Ola mengerjakan dengan cepat, soal bahasa indonesia ia baca dengan teliti, dan menjawabnya dengan cermat. Ola yang menahan baunya tetap focus pada soal. Bel berbunyi tanda berakhirnya ujian. Ola mengucapkan hamdalah karena bisa mengerjakan dengan mudah. Pengawas pun mengambil soal dan lembar jawaban. Setelah itu ada istirahat sebentar sebelum ujian kimia dimulai. Ola memanfaatkan waktu untuk menetralkan perutnya yang dari tadi mual.
Randy dan silvi datang keruangan kelas saat istirahat
"Gimana ujian pertamanya?" Tanya Silvi pada teman-temannya
"Alhamdulillah lancar, eh tau gak si Ola tadi mual saat mencium bau parfum pengawas tau, lo udah gpp kan La" ucap Fani
"iya tadi enek banget tau Fan, mana gurunya tadi berdiri samping aku lagi" ucap Ola
"Tapi kamu gpp kan yang? Terus bisa gak ngerjainnya tadi?" tanya Randy khawatir
"Cieelah yang khawatir" ucap Dhika
"Gpp kok mas, alhamdulillah tadi masih bisa focus" ucap Ola
"Mas?" Ucap Fani,Silvi, dan Dhika
"Ehh keceplosan, panggilan dirumah itu" ucap Ola malu
"Cieelah mas Randy aku juga mau donk di khawatirin" goda Fani
"Eh kita panggil Randy, mas juga yuk Fan kayaknya lucu" saran Silvi
"Ayo ayo gue setuju, mas Randy main yuk" ucap Fani sambil mencolek Randy
"Ehh kagak kagak yaa, yang boleh panggil gue mas cuma Ola aja, enak aja emang gue mas kalian" ucap Randy sewot
"Ihh mas Randy sewot banget sih.. " ucap Silvi. Ola tertawa terbahak liat para sahabatnya menggoda suaminya
"Ehh gue gak dipanggil mas juga nih" ujar Dhika
"Kagak. Lo nikah aja sama Silvi, nanti juga dipanggil mas sama Silvi" ucap Fani sambil memainkan alisnya.
"Iya nanti gue nikahin deh Silvi, nanti kamu panggil aku juga gitu kan Sil" ujar Dhika pada Silvi
"Aku maunya panggil Randy aja pake mas, Ola pake mba, iya gak Mas Randy dan mba Ola" Ola hanya tertawa mendengar ucapan Silvi
"Ihh kaga yak Sil, lo ada ada aja deh" ucap Fandy.
"Hahaha becanda kali Rand, udah ah ayo balik ke kelas Rand, bentar lagi bel nih" ucap Silvi sambil menarik baju Randy
"ihhh apa sih tarik-tarik Sil, Dhik pacar lo ganjen nih" ucap Randy
"Ola, laki lu gue pinjem dulu ya, bye semua, semangat ujiannya" Silvi menarik baju Randy keluar kelas, Randy hanya menurut ditarik Silvi
"Dadah Ola semangat ya, muach" teriak Randy, yang lain hanya tersenyum melihat kelakuan Randy dan Silvi
"Iyaa, balikin ya yank laki orang" ucap Dhika
"Bawa yang jauh aja Sil hahaha" ucap Ola.
Tak lama bel berbunyi, ujian pelajaran kedua pun segera dimulai, para pengawas mulai memasuki ruangan. Ola bersyukur kali ini pengawasnnya tidak memakai parfum yang baunya aneh. Ola mengikuti ujian kimia dengan tenang.