Bab 53 “Maaf, Om. Saya tidak bisa. Ada perasaan istri saya yang harus dijaga.” Sambungan telepon diputus sepihak oleh Pak Wisnu, tanpa ada kata-kata apa pun lagi. Laksa tak ambil pusing. Dia langsung beralih pada setumpuk pekerjaan dan mengabaikan hal-hal yang menurutnya tak penting. Termasuk urusan Viola. *** Di tempat yang berbeda. Bu Itoh tengah menatap Rahma. Tubuhnya yang kurus kering tampak memprihatinkan. Kondisi mentalnya perlahan membaik karena bantuan dari Rara yang mengbiayai semua obat dan konsultasi psikiater. Hanya saja, semakin mentalnya berangsur sembuh, semakin terasa semua luka, pedih dan perih yang timbul karena pengkhianatan sang suaminya. “Andai boleh, ssepertinya menjadi gila selamanya adalah lebih yang baik bagiku. Kenapa semua terasa sesakit ini?” Rahma menang

