Lima bulan berlalu. Dalam suatu pagi yang cerah, Bima duduk di meja makan dengan selembar surat di tangan. Raisa yang baru saja selesai memberi makan Satya melihat suaminya dengan tatapan tanya di matanya. "Ada apa, Bima?" tanya Raisa, merasa penasaran. Bima tersenyum tipis, lalu menyerahkan surat tersebut ke Raisa. "Ini surat dari Oma. Dia ingin berkunjung ke rumah kita minggu depan," kata Bima, wajahnya mencerminkan kemelut antara senang dan khawatir. Raisa membaca isi surat tersebut dengan serius. "Oma ingin melihat cucu buyutnya, Satya," gumamnya pelan. Sejak mereka menikah dan memutuskan hidup mandiri tanpa campur tangan orang tua, kunjungan seperti ini terasa seperti ujian bagi mereka. "Mungkin ini saatnya untuk membiarkan mereka melihat betapa bahagianya kita," kata Bima, mencob

