Bab 26

1101 Words

Seketika, wanita itu terdiam sendu. Lama ia menatap semua orang karena gugup. Ia bingung harus berkata apa, kini ia menjadi pusat perhatian seisi acara. Pun Ares yang menyadari hal itu hanya tersenyum bangga. Seolah ingin menunjukkan pada dunia bahwa inilah wanita yang sedang diratukannya. “Mas, ini mahal sekali. Aku masih belum bisa menerimanya,” bisik Mawa tidak enak hati. “Tidak, kamu sangat pantas. Terimalah ini sebagai salah satu bukti bahwa aku serius denganmu,” balas Ares meyakinkan. Mawa tidak bisa menahan senyumnya yang memaksa terbit, membuat seisi ruangan ikut terbawa perasaan. “Ah, so sweet sekali!” “Dengar-dengar, dulu ketika masih menikah dengan Tuan Dave, Mawa itu tidak pernah mendapat hadiah. Miris, ya? Untungnya sekarang ia bertemu orang yang tepat. Seorang Tuan Ares,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD