“Hah? Dia bicara dengan siapa?” Dave mematung di tempat, nafsu yang awalnya sempat menguasainya mendadak hilang, bersamaan dengan senyumnya yang hilang. Hatinya menjerit bingung seiring dengan detak jantung Dave yang berpacu tidak beraturan. Ia terdiam, menatap tubuh Julia yang nyaris terbuka seluruhnya. Wanita itu menggeliat manja, seolah siap menyambut kejantanan suaminya. “Mas … kemarilah,” pinta manja Julia yang entah mengapa terdengar menggelikan. Dave tidak jadi melangkah, memakai kembali bajunya, gagal memuaskan dirinya saat itu. “Mas?” panggil Julia lemah. Kesadarannya yang belum kembali membuat ia tak sanggup lagi berdiri. Sedangkan Dave yang berpikir keras, hanya berniat meninggalkan saat itu, tanpa penjelasan apa-apa. Tidak mungkin Julia lupa ucapannya. “Istirahat. Kamu mas

