Byur...... air satu ember tengah mengguyur seluruh tubuhku karena aku tengah ketiduran barusan.
Seketika aku langsung terbangun dari lelap tidurku barusan dan melihat ibu mertuaku yang sedang memegang ember di tanganya karena habis mengguyurku dengan air. Sudah kuduga kalau ibu mertuaku akan berbuat hal itu kepadaku.
'' Maafkan manda ya bu, tadi manda ngantuk banget soalnya. Makanya manda ingin istirahat sejenak tadi.'' Ucapku sambil menggigil kedinginan karena guyuran air di ember itu.
'' Orangtua lagi sibuk ngurusin tamu, ini malah asik tidur di sini. Yasudah buruan kamu segera beresin piring kotor itu di meja makan. Memangnya kamu tidak dengar kalau semua teman arisanku sudah pulang sejak tadi. Tidur muluk kerjaanya kamu manda, gimana kamu bisa ngurus anak nanti. Untung aja kamu mandul tidak bisa punya anak, jadi kamu masih bisa tidur seperti tadi. Menyebalkan jika punya menantu malasan seperti kamu itu manda. Kenapa lah dulu si david bisa jatuh cinta dengan wanita sepertimu. Padahal si Stella mantanya dulu lebih cantik, lebih semok badanya, lebih kaya lagi. Sedangkan kamu, cantik juga tidak terlalu, badanya kurus, orantua kamu juga tidak terlalu kaya dari orangtuanya stella.'' Perkataan menyakitkan yang sering aku dengar di mulut ibu mertuaku itu sangatlah melukai hatiku selama ini. Namun aku terus mencoba bersabar demi pengorbananku dan pengabdianku kepada mas david. Entah sampai kapan ibu mertuaku itu akan bersikap baik kepadaku, seperti yang aku inginkan selama ini. Aku hanya bisa bersabar-dan bersabar saja selama ini.
'' Manda!!!... teriakan ibu mertuaku menjadi menyadarkanku dari lamunanku barusan.
'' Iya bu, akan aku akan mengganti pakaianku dulu kalau begitu bu, sebelum aku akan membereskan piring kotor itu.'' Badanku sudah terasa sangat menggigil saat ini, sehingga aku berpikir ingin segera mengganti pakaianku dulu sebelum aku akan membereskan ruang meja makan itu. Namun saat aku henda melangkahkan kakiku ke kamarku, tangan ibu mertuaku langsung menarik tanganku dengan kuatnya.
'' Aughhhhhh, sakit bu!.'' Tarikan tanganya barusan sangat sakit sekali mengenai kulitku.
'' Kelamaan manda kalau nunggu kamu ganti baju. Sudah kamu ganti bajunya nanti saja, sekarang kamu segera bereskan dulu ruang meja makan itu secepatnya. Jangan tidur terus makanya, dasar pemalas.'' Walaupun aku sudah bekerja 24 jam untuk membersihkan rumahnya selama ini, tetap saja ibu mertuaku selalu bilang bahwa aku menantu yang pemalas. Selama ini kebaikanku di rumahnya memang tidak pernah terlihat di matanya. Aku hanya bisa mengelus dadaku setiap aku dengar kata itu dari mulutnya.
'' Tapi bu!.'' Ucapku dengan keadaan tubuhku yang sudah gemetaran karena kedinginan.
Tatapan mata melototnya mulai menatap tajam kearahku saat ini. Ibu mertuaku memang selalu bersikap kasar dan tidak pernah memperlakukanku dengan baik selama ini.
'' Kamu sudah berani melawan aku sekarang manda, sudah lakukan perintah saya barusan. Setelah kamu sudah membersihkan ruang meja makan itu, baru kamu boleh mengganti pakaianmu itu. Aku mau ke kamar sekarang, awas aja ya kalau aku keluar dari kamar dan ruang meja makan masih berantakan. Aku akan memberimu lebih banyak lagi pekerjaan.'' Ancaman itulah yang selalu menakut-nakutiku selama aku tinggal di rumahnya. Mas david pun tidak pernah membelaku jika ibunya tengah memaki-maki diriku kadanga-kadang. Rasanya aku sudah tidak tahan lagi untuk tinggal lebih lama lagi di rumah ibu mertuaku ini. Namun semua ini aku lakukan hanya karena demi pengorbanan cintaku kepada mas david selama ini.
Akupun langsung segera membersihkan ruang meja makan itu dan langsung menccuci piring di dapur, dengan keadaan tubuhku yang sudah menggigil gemetaran. Mungkin jika kedua orangtuaku tahu bahwa aku di perlakukan tidak layak seperti ini, mereka sudah pasti akan memaki-maki ibu mertuaku dan juga mas david. Tapi selama ini aku tidak pernah memberitahu keadaanku seperti apa selama aku berada di sini. Karena jika sampai mereka tahu, sudah pasti ayah dan juga ibukku akan memintaku untuk segera bercerai dengan mas david.
Kulihat jam dinding sudah menunjukan pukul lima lewa 30 menit. Dan mas david belum juga kembali kerumah. Aku sudah mempersiapkan kue untuk memperingati hari pernikahan kami yang ke satu tahun malam ini. Aku rasa saat ini mas cris masih berada di jalan menuju pulang kerumah. Dan sebelum mas david pulang, aku segera untuk mandi dan mengganti pakaianku agar enak untuk di liat mas cris nanti.
Satu jam kemudian....
'' Assalamualaikum manda, ibu , kalian ada di mana sih. Kenapa tidak ada yang menyambut kedatanganku pulang hari ini.'' Mulai kudengar teriakanya mas david di lantai bawah. Aku yang baru saja selesai mandi dan sudah mengganti pakaianku, aku langsung segera turun kebawah untuk menyambut kepulangan mas cris dari kantor. Namun saat aku turun ke bawah, ku lihat ibu mertuaku tengah duduk berdua dengan mas david di sofa ruang tamu. Perasaan tidak enak mulai mengelilingi pikiranku.
'' Mas kamu sudah pulang. Maaf aku tadi sedang mandi mas jadi aku tidak bisa menyambutmu pulang barusan.'' Ucapku sambil menundukan kepalaku agar tidak melihat tatapan sinis yang terlihat di raut wajah ibu mertuaku.
'' Istri macam apa kamu itu manda, jam segini baru bisa mandi malas banget jadi perempuan. Seharusnya itu kamu bisa menyambut suami kamu yang baru saja pulang dari kantor. Buatin kopinya, bawain tas kerjanya, sambut dengan senyuman biar david juga bisa betah di rumah ini.'' Ucapan ibu mertuaku mulai membuat air mataku ingin menetes. Namun aku terus berusaha kuat agar tidak terlihat lemah di depan mas david. Apalagi mas david tidak suka melihat wanita cengeng sepertiku ini. Setiap aku meneteskan air mata karena ulah perkataan ibunya, yang ada mas david malah menjadi memarahiku. Jadi menangis di depanya mas david serasa tidak ada harganya selama ini.
'' Iya bu maaf.'' Aku lebih baik mengalah daripada aku melawan perkataan ibu mertuaku barusan, yang ada mas david akan lebih memojokanku dan membela perkataan dari ibunya itu. Padahal gara-gara ibunya lah yang selalu memberiku perintah pekerjaan rumah yang seabrek, sehingga untuk bisa mandi sore pun akan terasa sulit bagiku.
'' Kamu itu jangan cuma bisanya minta maaf doan amanda. Sekali-kali kamu itu dengerin perkataan ibuku barusan. Yasudah sekarang tolong kamu buatkan aku kopi ya. Setelah aku selesai mandi, aku akan meminum kopi itu.'' Senyuman bahagia mulai tergambar di raut wajahnya ibu mertuaku, karena mas cris tidak membelaku barusan. Yang ada mas david menjadi memojokanku seperti biasanya, sungguh menyebalkan terkadang mereka berdua.
Aku langsung segera membuatkan kopi untuk mas david di dapur. Ku lihat adik ipar permpuanku sedang berada di dapur juga saat ini. Entah apa yang sedang dia lakukan di ruang dapur itu.
'' Dek kamu sedang apa di sini?.'' Tanyaku sambil mendekatinya yang sepertinya tengah sibuk memegang sesuatu.
'' Ini bukan urusanmu kak, minggir sana. Bikin aku kaget saja, dasar kakak ipar menyebalkan.'' Baru saja aku terdiam karena ejekan suami dan ibu mertuaku, dan saat ini adik iparku pun ikut menghinaku lagi.
Aku langsung berjalan menjauhinya karena takut membuatnya marah lagi. Sepertinya dia sedang membuat teh ramuan herbal di sebelahku. Tapi aku tidak tahu ramuan herbal apa yang sedang dia minum saat ini. Aku pun menjadi merasa penasaran dengan ramuan herbal yang sedang dia buat di sebelahku. Ingin rasanya aku bertanya kepadanya, agar rasa penasaranku ini menjadi hilang. Namun jika aku bertanya lagi denganya, yang ada dia akan berteriak memanggil ibu mertuaku untuk memarahiku. Aku hanya bisa melirikan sedikit mataku kearah ramuan teh herbal itu. Ku lihat dia seperti sedang membuang bungkus dari ramuan teh herbal yang di buatnya tadi. Setelah dia pergi dari dapur itu dan mengurung dirinya di kamarnya seperti biasanya, aku langsung mendekati bungkus bekas dari ramuan teh herbal tadi. Saat aku membaca tulisan dari dalam bungkusan itu, tertera dengan jelas bahwa di tulisan itu khasiatnya adalah bisa mencegah agar tidak bisa hamil. Seketika pikiranku menjadi melayang-layang dengan apa yang sedang di lakukan oleh adik iparku itu saat sedang bersama kekasihnya.
'' Manda...suara teriakan ibu mertuaku mulai mengacaukan pikiranku tentang adik iparku barusan. Seketika aku langsung segera menghampirinya sambil membawa kopi buatanku untuk mas david nanti.
'' Kenapa ibu teriak memanggilku barusan.'' Tanyaku sambil melihat obat gosok yang sedang berada di tanganya saat ini.
'' Kenapa kamu lama sekali membuat kopinya tadi, tolong oleskan dan pijit sebentar kakiku ini. Aku tidak akan bisa tidur nyenyak jika kamu belum memijitku malam ini.'' Tiada hari tanpa perintahnya bagiku, ingin rasanya aku memijitnya dengan keras di kaki ibu mertuaku biar dia tidak memintaku untuk terus-terusan memijatnya. Sayangnya aku tidak berani untuk melakukan itu kepadanya, sungguh menyebalkan.
Sambil mengoleskan minyak gosok di kaki ibu mertuaku, aku masih memikirkan tentang sebungkus teh ramuan yang tadi di buat oleh adik iparku malam ini. Apa mungkin dia sedang melakukan zina di luar pernikahan dengan kekasihnya saat ini. Jika benar, mengapa dia mau untuk merelakan kesucianya kepada kekasihnya yang belum tentu akan menjadi jodohnya nanti. Ya tuhan, rasanya aku jadi ingin menasehatinya nanti. Tapi jika aku menasehatinya, yang ada dia akan sangat marah kepadaku. Tapi jika tidak aku beritahu dia, yanga ada nantinya dia akan terjerumus ke jalan yang salah dan kuliahnya saat ini akan menjadi berantakan nantinya.
'' Manda... Manda... Manda..... Plak... Suara teriakan ibu mertuaku bersama pukulan tanganya barusan langsung menyadarkanku dari lamunanku tentang adik iparku sejak tadi.
'' Iya ibu ada apa?. Apa pijitanya sudah selesai, kalau begitu aku mau lihat mas david dulu di kamar bu. Soalnya tadi dia bilang ingin minum kopi habis dia selesai mandi. Tapi sudah hampir satu jam kok dia masih berada di kamar.'' Niatku ingin menghampiri mas david yang sedang berada di dalam kamar sejak tadi. Entah apa yang sedang di lakukan oleh mas david saat ini di kamar.
'' Yasudah sana, aku juga sudah mengantuk manda. Oh iya manda, tolong kamu beritahu david ya nanti sebelum kalian tidur, tolong kamu beritahu david kalau ibu sedang butuh uang lima ratus ribu untuk ibu arisan besok. Kemarin david sudah janji sama ibu kalau besok dia akan memberikan uang itu kepadaku. Takutnya besok ibu lupa untuk memintanya, jadi tolong nanti kamu ingetin dia ya manda.'' Ibu mertuaku memang selalu saja minta uang-uang dan uang setiap dia mau. Padahal jika aku yang meminta uang kepada mas david, yang ada mas david akan bicara ' memangnya uang yang kemarin sudah habis'. Padahal selama ini mas david hanya memberiku uang lima ratus ribu setiap minggu. Dan ibu mertuaku dan adik iparku selalu saja mau nya makan yang enak-enak setiap hari, mana cukup terkadang uang itu buat aku belanja. Untuk beli keperluanku saja tidak pernah ada sisa di uang itu.
Ceklek, suara pintu terbuka.
Ku dengar mas david seperti sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon. Aku pun mencoba untuk mengetuk pintu kamar mandi itu.
Tok..Tok..Tok...
'' Mas... Mas... Mas.. kamu lagi bicara sama siapa sih mas di dalam. Kenapa pintunya di kunci segala.'' Tanyaku penasaran.
'' Sebentar sayang, aku lagi berbicara dengan pak danu. Sebentar lagi aku juga akan keluar, siapkan saja baju gantiku di atas kasur.'' Sahut mas david yang ternyata masih baru selesai mandi. Padahala sudah satu jam dia sejak tadi di dalam toilet itu. Namun karena aku tidak ada pikiran buruk tentangnya, aku langsung mempercayai saja perkataanya barusan.
Aku langsung segera menyiapkan pakaian mas david di atas tempat tidur. Dan setelah itu aku langsung segera turun kebawah sambil menyiapkan kue yang sudah aku beli tadi untuk memeperingati hari jadi pernikahanku bersama mas david yang ke satu tahun.
Lima belas menit kemudian....
Kulihat mas david yang sedang menaiki anak tangga saat ini. Aku langsung memanggilnya untuk datang ke ruang tamu. Aku sudah menyiapkan kue dan juga lilin di atasnya. Sepertinya mas david tidak mengingat bahwa malam ini adalah malam aniversary kami yang ke satu tahun.
'' Siapa yang sedang ulang tahun manda. Mengapa ada kue di atas meja ini. Kopi yang aku minta tadi kamu tarok di manada manda.'' Ucap mas david yang seperti tidak merasa senang dengan kejutan malam ini yang sudah aku buat dengan sangat susah payah.
Aku langsung memeluk mas david dengan sangat mesra.
'' Selamat hari pernikahan kita yang ke satu tahun ya mas. Semoga kedepanya hubungan rumah tangga kita akan selalu harmonis dan semakin bahagia.'' Ucapku dengan penuh harapan agar pernikahanku bersama mas david akan selalu bahagia, walaupun aku tau bahwa selama ini hidupku tidak merasa nyaman dan bahagia berada di rumah ibu mertuaku selama ini. Tapi setidaknya selama aku hidup bersama mas david, aku merasa sangat nyaman dan bahagia.
'' Selamat hari pernikahan juga manda. Tapi lain kali lebih baik jangan beli kue-kue seperti ini ya, sayang uangnya. Mending uangnya di tabung saja buat keperluan kita sehari-hari. Kue nya juga belum tentu ke makan semua itu. Seharusnya kamu belinya yang ukuranya kecil saja tadi, selain hemat kue nya juga pasti akan cepat habis.Yasudah aku mau minum dulu kopi buatanmu tadi.'' Seketika hatiku ingin menjerit sambil menangis saat mendengar perkataan mas cris yang seperti tidak menghargai kejutanku malam ini. Padahal kue ini aku beli dengan uang tabunganku sendiri tadi, bukan dari jatah uang minggu ini. Sepertinya lama-kelamaan sikap mas david kepadaku sudah mulai berubah. Sikap mas david seperti sudah hampir sama dengan sikap ibunya yang selalu tidak menghargai kebaikanku kepadanya. Lilin di atas kue itu saja belum di tiup oleh mas david, dan dia malah langsung main kabur saja sambil menikmati kopi buatanku. Entahlah rasanya aku sudah tidak tau lagi bagaiman caranya agar bisa di hargai di mata mereka semua. Hanya waktu lah yang bisa menjawab semuanya. Aku hanya bisa berdoa dan berserah kepada Tuhan semoga penderitaanku di rumah ini bisa segera berakhir.
Selanjutnya