Bab 22

1306 Words

Aura masih mengikuti permainan yang dibuat oleh Meisya. Meskipun mereka sudah di tonton banyak orang. Tapi Aura masih tetap tenang meladeni Meisya. "Lihat semua, dia ini adik sepupu ku tapi dia juga mengambil tunangan ku bahkan juga menggodanya." Meisya menunjuk wajah Aura dengan berapi api. Matanya terlihat marah, dan dia ingin membuat semua orang percaya kalau Aura benar benar merebut tunangannya. Tapi melihat Aura yang masih santai saat ini memancing kemarahan Meisya menjadi lebih tinggi. "Kenapa diam aja? Kamu mau ngaku kan kalau kamu itu jadi pelakor, padahal aku ini sepupu kamu sendiri." Kali ini Meisya menampilkan wajah sedihnya, menarik simpatik banyak orang agar percaya kepada-nya. Aura masih terlihat tenang sampai ada seseorang yang merangkulnya dari belakang. Mata Meis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD