Tertolak

3476 Words

Aku gelisah dan juga merasa penuh dengan semua emosi asing yang terlalu menyesakan d**a. Begitu pulang dari kediaman Sir Barrra, hal pertama yang ingin aku tuju adalah Kasur. Membaringkan diri disana dan mengingat-ingat semua hal yang sudah terjadi diantara kami berdua. Dan pembicaraan itu bermuara pada satu hal pasti. Aku mengecek ponselku dan tidak menemukan adanya pesan apapun dari Adrien. sepertinya dia cukup sibuk dengan semua pemeriksaan yang dilakukan di rumah sakit. Aku memaklumi itu. tapi disisi lain aku merasa sedikit bersalah lantaran ini seperti aku berkencan diam-diam dibelakangnya meskipun bukan itu maksudku. Lantas aku kembali meletakan ponselku di atas nakas dan memandangi langit-langit kamar. Bertanya-tanya sudah benarkah jalan yang aku tempuh ? “Aku suka kamu,” Aku ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD