Work

3777 Words

Mungkin entah untuk yang keribuan kalinya mungkin sejak aku tiba ditempat ini dua hari yang lalu, aku membuat catatan mental bagi diriku sendiri bahwa aku setidaknya harus banyak bersabar dibanding mencekik leher si pria muka bayi yang sejak tadi terus menyanggah perkataanku. Kenapa ya mulanya aku setuju bertanggung jawab untuk proyek yang lumayan besar ini? ambisiku yang kelewat batas nampaknya telah membuatku tercekik dalam situasi sulit. Aku tidak begini lemah oleh sebuah keuntungan besar, tapi cara orang yang dikirimkan pihak USA untuk bernegosiasi padaku bisa dibilang termasuk dalam kategori orang bermulut manis yang semestinya harus aku hindari dibanding tercemplung bersamanya kedalam sebuah kubah tanpa cela seperti ini. Hanya karena iming-iming prestasi dan juga karyaku yang katanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD