Adrien mengutuk seluruh rentetan pekerjaan yang perlu dia selesaikan. Anehnya ini tidak berjalan sesuai perjanjian awal dimana dia hanya bertugas untuk menjadi seorang pemotret di tiap moment. Rekan kerjanya yang memiliki kecenderungan perfectionist selalu saja merasa tidak puas atas hasil jepretan yang dia dapatkan. Mereka kerap berdebat dan berargumen satu sama lain. Adrien merasa jengah atas sikap yang diperlihatkan oleh rekan kerjanya itu, terlebih apa yang dia lakukan hanya sebatas menuliskan apa yang terjadi. Sesuatu yang dapat dia gubah kapanpun, berbeda dengan Adrien yang hanya dapat bekerja di saat itu juga dan tidak dapat memanipulasinya. Sebab pekerjaan miliknya otentik, dan bila di ubah itu tidak akan lagi original dan kelak hanya akan menjadi sebuah cerita omong kosong. Terleb

