Beberapa bulan kemudian selepas kelulusan sebagai seorang murid yang tentu saja berencana untuk masuk universitas. Kebanyakan akan mulai sibuk dengan dunianya. Termasuk Ares dia belajar cukup keras untuk masuk ke universitas yang bergengsi. Sebuah fakultas pilihan orangtuanya. Hari-hari itu memberatkannya, hingga kemudian dihari pengumuman usahanya tersebut tidak sesuai dengan harapan orangtuanya. Tentu saja dengan hasil semacam itu Ares mendapatkan balasan yang setimpal. Dia dianggap mengacaukannya. “Apakah itu sakit?” Sicillia terlihat agak tertarik dengan bekas tamparan yang ada dipipi kiri Ares saat mereka kemudian pada akhirnya bertemu Kembali. Wanita itu menyentuhnya pula dan mengusapnya. Ketika kulit mereka bersentuhan, sebenarnya Ares masih merasakannya. Tapi yang lebih mendomina

