Aku terduduk saat merasakan nyeri yang begitu sakit di bagian perutku. Rasanya seperti sedang haid, tapi sudah dua minggu lalu haidku baru selesai, tidak mungkin siklus menstruasiku datang lagi secepat ini. “Kamu kenapa?” tanya Mas Harris yang baru keluar dari dalam kamar mandi. Aku tersenyum tipis sembari menggelengkan kepala pelan, mencoba untuk bersikap baik-baik saja di depannya. Aku tidak mau membuat Mas Harris khawatir, lagi pula ini sudah larut malam, Mas Harris juga terlihat sangat kelelahan setelah seharian ini bekerja. “Aku enggak pa-pa, Mas,” jawabku kemudian. Mas Harris menghela napasnya pelan, lalu dia naik ke atas ranjang untuk merehatkan tubuhnya. “Tolong matiin lampunya,” pinta Mas Harris. Aku mengangguk, lalu bangkit dari atas kasur dan mematikan sakelar lampu. Sete

