"Kayaknya after party-nya kita adain lain kali aja." Sakti menghela napas pasrah, menatap Liam yang sudah tak berdaya bersandar di pundak Gwen. "Hm, sebaiknya memang kita pulang, Sak. Percuma juga kalau pengantin prianya udah nggak bisa diajak bicara." Sakti mengangguk setuju, mengikuti Erick yang sudah bangun dari kursinya lebih dulu. "E-eh tunggu! Kalian mau pergi gitu aja? Terus ini Mas Liam gimana? Saya harus gendong Mas Liam dan bawa dia pulang gitu?" Ucap Gwen kewalahan berusaha mengangkat kepala Liam dari bahunya. "Ya... itu sih terserah kamu, Gwen. Mau digendong boleh kalau memang kamu bisa, diseret juga nggak apa-apa. Toh Liam dalam keadaan nggak sadar, jadi meski nanti bangun, dia pasti nggak akan inget apa-apa." Menyebalkannya, Sakti terlihat serius sekali mengatakannya. "Y

