"Hai, Ra. Lama ya Kakak nggak ngunjungin kamu." Gwen sudah duduk di samping ranjang Amora yang ada di ruang ICU. Tangannya menyentuh jari-jari Amora yang masih terasa hangat, meski terasa kaku sekalipun. "Ini udah berapa bulan, Ra... Kamu yakin nggak mau bangun? Kakak kangen lho dengan ketawa dan cerita-cerita kamu." Ucap Gwen tersenyum pahit, mengusap punggung tangan adiknya berharap Amora mau menggerakkannya sebagai tanda bahwa adiknya itu kini mendengarnya. "Kamu yakin nggak mau bangun? Yakin nggak mau lihat Kakak pakai wedding dress besok? Iya, wedding dress, Ra. Kakak besok menikah." Cerita Gwen akhirnya. Selain karena memang selama seminggu terakhir Gwen belum mengunjungi Amora, Gwen datang juga karena ingin memberitahu adiknya soal ini. Barangkali, siapa tahu dengan mendengar ka

