Hari untuk pergi datang. Gwen sudah dengan kopernya menunggu Liam memanggil. Saat ini Gwen masih ada di kamar yang dia tempati, tidak berniat keluar sebelum Liam memanggilnya. Hubungan mereka benar-benar bisa dikatakan dalam kondisi kritis, padahal itu baru seminggu sejak keduanya resmi menjadi suami-istri, namun ini justru lebih buruk dibanding saat mereka adu mulut di club malam waktu itu. "Gwen? Udah waktunya berangkat. Ayo." Ketukan di pintu kamar Gwen mengenyahkan lamunan gadis itu. Lamunan yang tidak jauh-jauh dari sikap macam apa yang harus ditunjukannya saat bersama Liam selama seminggu ke depan ketika mereka berada di Korea? Tentu saja mereka akan terikat selama di sana, kan? Gwen mau tidak mau harus bersama Liam terus-menerus selama seminggu. "Ya. Saya keluar." Ucap Gwen sebaga

