Bekerja Sampai Mati

1112 Words

Rasa perih yang ia rasakan seperti menjalar ke seluruh tubuh, rasa malu dan rasa sakit bercampur menjadi satu. Aksa yang tidak sedikit pun merasa bersalah karena sudah menampar Putrinya itu malah menatap sinis ke arah Agrin yang masih diam seribu bahasa, tubuh Agrin bergetar menahan rasa sakit dan amarah. "Jadi begitu caramu berbicara pada Ervand? anak tidak tahu diri!" bentak Aksa. Agrin berusaha menahan air matanya agar tak jatuh, ia tidak ingin Aksa dan Delpina melihat air matanya mengalir di pipi. Agrin berdiri lalu mendongakkan kepalanya menatap balik Aksa dengan tatapan dingin. Aksa dapat melihat tanda merah di pipi Agrin bekas gambar tangannya. "Tolong, usir saja aku dari rumah ini," gumam Agrin dengan suara berat. Aksa menyeringai "Kau pikir bisa pergi dari rumah ini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD