"Ini penghinaan untukku Hakim!" ujar Aksa menggeram, ia tak lagi peduli sedang berhadapan dengan siapa, baginya kini Hakim adalah Sahabat yang sudah menyakiti harga dirinya. "Saya mohon Tuan Aksa, tenangkan dulu diri Anda," ujar wanita yang ada di samping Hakim, wanita paruh baya yang masih terlihat cantik. "Tidak bisa begitu Nyonya, kalian sudah menghina Keluarga kami, sampai kapanpun saya tidak akan terima pertunangan Putri sulung saya batal karena alasan ini," bentak Aksa. Delpina yang terlihat menikmati adegan yang ada ada di depan matanya berusaha menahan tawa, baginya hal ini pasti sangat menyakiti harga diri Aksa dan juga anak tirinya itu. Tentu saja ini hiburan yang sangat menyenangkan. Tetapi melihat wajah datar Agrin, Delpina malah semakin kesal "Bagaimana bisa gadis itu

