Selamat pagi, Readers ... Saya lanjut kisah Yiska dan Lansa kali ini dengan harapan kalian berkenan meninggalkan jejak dengan love maupun komentar. Bukan apa2, ini untuk semangat saya dalam meneruskan kisah mereka. Terima kasih ... * * * * * Yiska terus berlari menerobos jalanan setapak yang tumbuhan belukarnya kadang menghalangi langkahnya. Beberapa kali kakinya yang bersepatu itu tersandung batu, namun Yiska masih bisa bangkit dengan segera dan kembali berlari, padahal jantungnya berdegup penuh rasa takut. Wajahnya yang gembil dan biasa bersemu merah, kini terlihat memucat dengan keringat yang membasah di sepanjang sisi wajahnya. Sementara dibelakangnya, Yoki terus mengejarnya dengan langkah tergesa dan tawa sekaligus geram yang masih diselimuti kegirangan. Karena dalam angannya, beber

