Note : Ada beberapa scene yang mengandung unsur mature, jadi saya mohon bagi yang usianya belum cukup untuk bijak dalam membaca. Akan lebih bijak jika di skip aja. Oke, selamat menikmati. Kritik dan saran akan saya terima dengan senang hati. * * * Sepasang telinga yang mendengar percakapan lirih Lansa itu semakin geram karena merasa bahwa apa yang dia inginkan akan mengalami kegagalan. Dengan langkah bergegas penuh kesal, dia melangkah meninggalkan depan bilik Lansa. Padahal niatnya semula adalah untuk mengajak laki-laki itu berkompromi, dengan cara melobi bebepara orang yang selama ini tak setuju dengan jabatan Lansa, agar tetap menjadikan Lansa sebagai Kepala Suku dengan satu syarat, bahwa laki-laki itu harus meninggalkan Yiska. Dia adalah Bibi Aruma yang telah menemukan ide untuk mem

