Ihsan mengangguk. “Ya, aku yakin." Dian menghela napas panjang. “Aku dan Mia menikah, aku akan membahagiakan dia," ucap Ihsan. “Ah, kamu memang pandai, Ihsan.” “Bukan memanfaatkan cinta Mia kepadaku, tapi kami memang saling mencintai, dan aku ingin memberinya rasa nyaman dan aman, agar kejadian ini tidak terulang lagi.” Dian mengangguk mengerti, seolah baru menyadari bahwa mantan suaminya itu luar biasa kebaikannya. Entah kenapa dia merasa lapang d**a menerima kenyataan ini, bahwa mantan suaminya yang akan menikah dengan perempuan lain, dan dia yang tidak berdaya. “Apa karena Mia yang tidak berdaya dan kamu tidak garang seperti dulu?” sindir Ihsan, mengingat Dian yang selalu cemberut dan marah jika ada isu dia berhubungan dengan perempuan, bahkan berani melabrak mereka. Dian men

