Bab 168. Panggil Ihsan

1033 Words

Mia tidak habis pikir dengan sikap Sara yang ternyata tidak berubah, dan semakin menjadi-jadi. “Maaf, Mia. Nggak seharusnya aku mengungkapkan ini sekarang," ucap Rita dengan wajah kesalnya. “Nggak apa-apa, Rita.” Mia mengusap-usap pundak Rita, ikut prihatin dengan buruknya hubungan Rita dengan mamanya dan saudara sepupunya, Sara. Dia tahu Rita juga ingin mengungkapkan uneg-unegnya. Rita mengamati keceriaan para orang dewasa di sudut ruang makan, dan tersenyum hangat. “Dan … aku mendapatkan kebahagiaan di sini. Aku senang tante Dian yang akur dengan suami dan mantannya.” Mia tertawa kecil, dan Rita yang akhirnya juga tertawa. “Ck, padahal aku sudah berharap mama berubah saat dia yang akhirnya mau hadir di pernikahanmu, tapi ternyata … dia masih saja begitu.” “Rita.” “Aku harus terus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD