Bab 193. Ingin Gilang Bebas

1225 Words

Mia sudah segar sekarang, dan Ihsan yang menawarinya pijatan di kepala, sambil mengeringkan rambutnya. Mia duduk santai di depan meja rias sambil memainkan ponsel dan Ihsan yang memijat kepalanya dengan lembut. “Iya, Ma. Nggak apa-apa,” ucap Mia saat menerima telepon dari mamanya, yang berucap maaf karena telah memaksakan kehendaknya. “Lagi kamu iya-iya aja sih.” “La, gimana sih, Ma, aku, 'kan sendirian, mama berempat. Kalo aku nolak pasti Mama, tante Daria, tante Veli dan om Pandi serang aku.” “Haha, iya, Mia. Maafin Mama ya?” “Iya, Maaa." "Hm, yang penting nanti kamu menginap di rumah Mama habis lahiran ya? biar Mama urus Keivan.” “Iya, Ma. Tapi nggak lama.” “Iya, tenang saja, pokoknya senyaman kamu, ya … minimal satu tahun.” “Ha?” “Haha, Mama bercanda, Sayang. Rumah Mama sela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD