Merasa lepas dari permasalahan yang cukup pelik, Rita pun berangkat ke butiknya dengan semangat. Terlebih, dia mendapatkan pelukan dan ciuman dari mama mertua, juga pelukan hangat dan kata-kata penuh dukungan dari Heru. Rita menghela napas lega saat berdiri di depan ruko butik kecilnya, dia juga disapa dan disambut hangat oleh dua pekerja yang sudah tiba lebih dulu di butik. “Mbak Rita, barang-barang dari Surabaya kayaknya mengalami penundaan pengiriman,” lapor Sally, salah satu pekerja Rita, saat Rita sudah berada di ruang kerjanya. “Oh ya? Jadi kapan barangnya sampai?” balik Rita bertanya. “Besok sore, kendaraannya rusak di tengah perjalanan. Baru saja ada laporan." Rita mengangguk mengerti dan dia duduk dan menyalakan komputer besarnya. Sally pamit kembali bekerja di ruang dep

