Bab 182. Ceria Pagi

1200 Words

Mia mendesah kuat saat mulut Ihsan menghisap p****g buah d**a, dan dia lega karena kenikmatan kembali mendera tubuhnya. Beberapa saat kemudian, Ihsan melepas cekalan tangannya, dan wajahnya turun ke bawah perut hingga tepat di depan s**********n istrinya. Mia menarik kedua kakinya dan menekuk lebar, tubuhnya menggeliat ke sana kemari, di saat lidah kasar bergerak-gerak lincah menusuk ke liang lembabnya. Dia akhirnya berhenti bergerak karena titik nikmat di dalam tubuhnya sudah tersentuh intens, dan dia mengerang nikmat. Ihsan dengan tenang dan hikmad menjilat dan menghisap milik istrinya, aroma wangi yang khas seketika mendera penciumannya, membuatnya bergejolak dan bersemangat, tubuhnya menghangat disertai anggota tubuh bawahnya yang menegang. “Oom, oooh.” Mia mendesah dan menggeli

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD