Chapter 28

1257 Words

Morgan berdiri di depan kaca jendela kamarnya. Menatap kosong keluar menonton tetes demi tetes air hujan yang jatuh. Ia sengaja membuka jendela agar sepoian angin masuk keruangannya. Ia masih merasa kesulitan untuk bernafas,rasanya ia begitu membutuhkan oksigen karna sesak di dadanya. perasaan aneh yang dirasakannya sekarang tak kunjung hilang Ia mendengar langkah kaki memasuki kamarnya. Tanpa melihat siapa yang masuk morgan sudah tau valen adiknya yang datang menghampirinya. Valen langsung duduk bersila diatas kasur morgan. Sementara morgan tetap di tempatnya. Ia terlihat nyaman berdiri di depan jendela kamarnya itu. "mom dan dady menyebalkan. Mereka menunda lagi kepulangan mereka kesini. Kapan barang yang kupesan akan mereka bawakan" ucap valen merajuk sendiri. Ia memanyunkan bibirnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD