Edmund POV Bisa kupastikan aku dan harleen saling menikmati sentuhan masing-masing. Erangan, lenguhan dan desahan harleen membuat hasratku kian menjadi, dia memanggil namaku disetiap desahannya dengan mulutnya yang manis bak madu itu. Sungguh aku tidak bisa menahan gejolak di tubuhku untuk melakukan lebih. Insting pria ku sudah hidup sedari tadi, rasanya aku tidak bisa mengajak kejantananku bekerja sama dengan akal sehatku lagi. Harleen semakin menikmati sentuhanku di p******a kirinya. Aku rasa disinilah letak sensitifnya. Kenyamanan, kehangatan dan kenikmatan menjadi satu. Setidaknya itulah yang kurasakan Aku memutuskan ingin melanjutkan aksiku, mengingat harleen seperti mempercayaiku. Ia juga menikmati apa yang kulakukan. Apa mungkin ia juga merasakan perasaan yang sama denganku?. "

