Pertengkaran

933 Words
Emili yang sudah pulang pun menunduk karena melihat Candra yang sedang duduk didepan rumah menyedekapkan tangannya dan menatapnya sangat dingin. Emili yang sedikit takut dan bingung harus bagaimana pun berusaha berlalu dengan cara mempercepat langkahnya. Namun saat Emili sudah sampai dalam rumah, Candra menyusulnya, mengunci pintu dan mencekal tangan Emili. "Dari mana kamu jam segini baru pulang?" Tanya Candra dingin. Emili pun ketakutan mendapati muka dingin Candra saat ini karena ini baru pertama kalinya ia melihat Candra marah semarah ini. Ia menjawab dengan suara sedikit terbata. "Emhh itu aku emmm habis keluar dengan temanku" jawab Emili. "Jawab jujur Mili, aku tidak mau mendengar kebohongan" ucap Candra dingin sambil menatap tajam wanitanya itu. Ya, wanitanya yang beberapa jam lalu ia lihat sedang bersama pria lain. Meskipun Emili tidak melakukan hal yang lebih dan hanya berpegang tangan namun tetap saja luka adalah luka. Candra sangat terluka melihat wanitanya tersenyum bahagia dengan pria lain sementara sangat canggung dengannya. "Dia temanku tidak lebih dari itu!" Jawab Emili lirih yang sejujurnya masih takut dengan sikap Candra. "Aku tidak mau mendengar kebohonganmu lagi Emili Everilda!!! Katakan padaku siapa pria itu?" Bentak Candra. "Dia kekasihku" jawab Emili enteng. "Tinggalkan pria itu. Dia bukan pria yang baik untukmu!!" Ucap Candra dengan mata yang sudah memerah yang mana membuat Emili yang tadinya ketakutan menjadi sangat emosi. Plakkk!!!! Satu tamparan mendarat di pipi milik Candra. "Jadi selama ini kau membuntuti aku?? Ada hak apa kau menyuruhku meninggalkan dia?? Aku sangat mencintainya dan aku tidak akan pernah meninggalkan dia sampai kapanpun!! Dan satu hal lagi, dia adalah pria baik maka jagalah ucapanmu sebelum aku benar-benar marah" bentak Emili. "Aku marah wajar Emili!! Aku ini suamimu. Pria yang mengucapkan sumpah janji kepada Tuhan dihadapan banyak orang dan disaksikan banyak orang!!" Marah Candra. "Aku tidak pernah menyuruh kamu untuk menikahi aku bukan?? Kau yang dulu memaksa tetap ingin menikahiku bukan? Jadi jangan salahkan aku jika aku memiliki pria lain dibelakang mu!! Seujung kuku hitam pun aku tidak pernah mencintaimu dan mengharapkan kamu sebagai suamiku!! Apa yang kamu punya hah?? Kamu yang berjanji kepada orang tuaku untuk membahagiakan aku namun kamu sendiri yang menghalanginya?? Aku tidak salah bukan jika aku seperti ini, memiliki pria lain diluar sana?? Apa aku salah jika aku ingin sekali saja bahagia!!! Dari dulu semua orang selalu menuntut ku untuk ini dan itu, mengaturku ini dan itu. Sekarang saatnya aku memberontak!!! Mencoba mencari kebahagiaan ku sendiri. Aku sudah lama menyukainya dan sekarang aku sudah memilikinya. Tidak mudah untuk bisa memilikinya dan kamu dengan entengnya menyuruhku untuk meninggalkannya?? Apa kamu sudah gila hah???" "Cukup Emili!!!! Selama ini aku sudah berusaha menjadi suami yang baik untukmu. Aku selalu berusaha membuatmu bahagia dengan caraku sendiri. Aku sudah berusaha keras mencari tahu apa yang kamu suka apa yang kamu tidak suka. Aku tidak memarahimu ketika kamu pergi meninggalkanku ke Paris hanya untuk mengejar cita-citamu tanpa ijin dariku sama sekali.Aku yang mencoba diam karena aku tidak mau terjadi pertengkaran diantara kita namun ternyata aku salah. Sebesar apapun usahaku itu tak akan ada artinya jika kamu tak mau membuka mata hati kamu. Dengarkan aku Emili, perasaanmu padanya itu bukan perasaan cinta melainkan hanya obsesi semata. Pegang kata-kata yang aku ucapkan dek Mili, dia bukan pria yang baik untukmu. Tanyakan pada hatimu Emili, aku yakin kau juga sudah membuka sedikit hatimu untukku" ucap Candra yang kembali lembut. "Jangan pernah bermimpi aku akan membuka hatiku untukmu mas! Kau menyuruhku meninggalkan dia agar kau bisa memiliki kesempatan untuk memiliki aku bukan?? Bahkan jika tidak ada pria lain didunia ini selain kamu maka aku lebih baik tidak pernah jatuh cinta!!! Aku tidak pernah mengharap menjadi istrimu dan jika kau tak terima karena aku memiliki pria lain maka segeralah urus perceraian kita" Jawab Emili masih dengan emosional yang cukup besar. Dan d**a yang naik turun. Candra yang mendengar kata-kata itu langsung tertunduk lesu dan tanpa sadar bulir bening jatuh membasahi pipinya.  "Baiklah, aku sekarang tidak akan pernah mencampuri urusanmu lagi dek. Maaf jika aku sudah berkata dengan nada yang keras padamu. Aku sudah berusaha agar kau bisa mencintaiku namun jika kenyataannya kamu lebih memilih pria itu maka aku yang akan mengalah. Namun aku tidak akan pernah menceraikan kamu sampai kapanpun!!" Ucap Candra kemudian berlalu pergi keluar entah kemana meninggalkan Emili sendirian. "Akhhhh!!!!!" Teriak Emili frustasi. "Kau sudah bertindak benar Emili, jangan menyesali kata-kata yang sudah kamu ucapkan padanya. Tau apa dia tentang Mike mu itu. Dia hanya iri dan cemburu karena kau lebih memilih Mike ketimbang pria itu" bathin Emili sambil menangis. Ia pun mengusap kasar wajahnya yang sudah basah dengan air mata itu kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sementara itu disebuah jalanan kosong terdapat seorang pria yang tengah berjalan gontai dengan mata yang masih memerah dan nafas yang tercekat. "Mengapa kau tega berkata cerai dengan begitu mudahnya dek Mili. Aku masih bisa menerima jika kau tak pernah menganggap ku ada namun aku tak bisa menerima jika ternyata kau mencintai pria lain. Dadaku sakit sekali mendengar ucapanmu itu dek. Tak bisakah kau membuka hatimu sedikit saja untukku" bathin Candra. Ia pun terus berjalan dijalankan yang cukup gelap itu, namun saat ia akan menyebrang tiba-tiba dari arah belakang ada mobil yang cukup kencang dan menabrak dirinya. Seorang wanita turun dari mobil dan terkejut melihat pria yang baru saja ia tabrak. "Kau tak apa?? Maafkan aku, sungguh aku tak tau jika ada orang di depanku" ucap wanita itu tulus. "Emili" ucap Candra lirih sebelum akhirnya tak sadarkan diri. Wanita itu pun bersusah payah menggendong tubuh kekar Candra karena tak ada orang lain selain ia dan pria yang baru saja ia tabrak itu. Ia pun melajukan kendaraannya dan membawa Candra ke rumah sakit terdekat.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD