Kecewa

909 Words
Sesampainya di Indonesia, Mike pun meminta ijin untuk mengantarkan Emili pulang. Jujur Emili bingung harus berkata apa kepada Mike. Ia tak mungkin jujur kepada Mike jika ia sekarang tinggal disebuah rumah sederhana bersama pria yang berstatus suaminya itu yakni Candra. Emili juga tak mungkin meminta Mike mengantarkannya kerumah papa Wirawan karena itu akan menambah masalah baru. Emili sebenarnya sudah menolak permintaan Mike untuk mengantarkannya namun Mike tetap memaksa untuk mengantarkan ia pulang. Akhirnya setelah perdebatan kecil, Emili pun mengalah dan meminta Mike untuk mengantarkannya ke sebuah gang dekat rumah Candra. "Kau yakin turun disini sayang?" Tanya Mike yang melihat jika ini bukan merupakan wilayah perumahan elite yang biasa ditinggali oleh orang berada seperti Emili, apalagi Emili merupakan seorang model internasional papan atas. Ia sedikit curiga karena kompleks perumahan itu jauh dari kata mewah bahkan terkesan hanya untuk kalangan bawah. Ia tetap memaksa akan mengantarkan Emili sampai depan rumah namun Emili kembali meyakinkan jika ia tak dibolehkan memiliki hubungan khusus dengan pria oleh orang tuanya dan takut akan ketahuan jika Mike mengantarkan sampai depan rumah. "Iya honey, sampai sini saja. Terimakasih sudah mengantarkan aku" ucap Emili. Mike pun keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Emili. "Sekali lagi terimakasih ya" ucap Emili sambil tersenyum manis. Mike yang tak tahan melihat senyum manis Emili pun langsung mengecup dahi Emili. Yang mana membuat pipi Emili memerah karena malu. "Maaf sayang! Kau sungguh menggemaskan sekali! Aku pamit dulu ya, bye" ucap Mike sambil masuk kedalam mobil. Emili hanya membalas dengan senyuman dan dengan jantung yang masih berdetak kencang. Ia langsung memegang dahinya dan tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian baru saja. Ia pun berjalan masuk kedalam gang untuk sampai didepan rumah Candra. Setelah 5menit ia berjalan, ia pun sampai didepan rumah Candra. Ia ragu untuk masuk karena masih takut Candra akan mengintrogasinya. Namun saat ia akan membuka pintu rupanya Candra sudah lebih dulu keluar dari sana. "Mas kamu mau kemana?" Tanya Emili yang melihat Candra keluar sambil mengenakan jaketnya. Namun Candra hanya diam dan langsung berlalu tanpa memperdulikan Emili yang sedari tadi terus menatapnya. ("Apa ia marah padaku? Ah sudahlah mungkin ia sedang merajuk padaku, paling juga besok sudah baikan lagi, lagipula aku lelah mau istirahat") bathin Emili kemudian masuk kedalam rumah sederhana yang kini menjadi tempat tinggal barunya itu. Ia masuk kedalam kamar kemudian mengambil handuk untuk membasuh tubuhnya dari penat selama perjalanan berlangsung tadi. Setelah 30menit ia mandi, ia keluar dari kamar mandi dan mendapati Candra sedang duduk di kursi sambil makan dan menonton televisi berukuran 14inch itu. Ia yang merasakan lapar pun mendekati Candra. Ia berusaha menekan egonya dan mencoba lebih sopan kepada Candra. "Mas aku juga lapar nih, makanan punyaku mana kok gak ada?" Tanya Emili yang melihat tidak ada makanan lain selain yang dimakan Candra. Namun Candra masih tak bergeming dan hanya berlalu meninggalkan Emili kedua kalinya. Emili yang melihat Candra hanya mendengus kesal kemudian masuk kedalam kamarnya. Pagi harinya saat ia membuka pintu kamar, ia merasa ada kantong plastik yang jatuh dari gagang pintu. Ia pun melihat isinya dan langsung mengulas sedikit senyuman saat melihat isi kantong plastik yang berupa sate ayam itu. Ia senang meski Candra marah namun ia tetap membelikan Emili makan. Emili kira Candra sudah tidak peduli lagi padanya. Semalam Candra memang langsung pergi membelikan makan untuk Emili saat mendengar Emili yang tengah kelaparan itu. Saat ia pulang dari membeli makanan ia sudah melihat pintu kamar Emili terkunci yang mana menandakan Emili sudah tertidur. Ia sebenarnya sudah ingin membangunkan Emili namun ia belum siap untuk berbicara pada Emili setelah Emili membuatnya kecewa. Ia pun mencantelkan makanan itu di gagang pintu kamar Emili. Emili yang tak melihat Candra pun mencari kemudian ia mendengar ada suara gemericik air didalam kamar mandi menandakan Candra sedang mandi. Ia membuka meja makan dan ternyata mendapati sudah ada dua porsi nasi goreng lengkap dengan telur ceplok diatasnya. Jujur ia sudah sangat lapar, namun ia bersabar sampai Candra selesai dan duduk disampingnya untuk sarapan. Emili yang melihat Candra makan pun ikut makan meski dengan suapan yang sangat terasa canggung. "Mas?" Panggil Emili namun yang dipanggil hanya menoleh tanpa menjawab. "Maafkan aku!" Lirih Emili namun lagi-lagi Candra hanya terdiam tanpa suara sedikitpun. "Maaf jika aku mengecewakanmu, tapi sungguh itu adalah impianku dan aku tak bisa meninggalkan dunia modeling begitu saja. Aku sudah berusaha sekuat tenaga agar namaku menjadi besar di dunia modeling. Maka dari itu aku mengejar impian terbesarku itu. Kemarin adalah job terbesar yang pernah aku dapatkan. Aku janji setelah ini akan menerima job yang di dalam negeri saja" ucap Emili. "Sudahlah, percuma saja aku melarangmu jika kenyataannya kamu belum mampu mengurangi kesibukanmu itu" jawab Candra dengan lemah lembut. "Tapi mas aku,,,," "Hanya itu saja? Apakah tidak ada lagi yang ingin kamu bicarakan padaku?" Tanya Candra. Emili pun menggelengkan kepalanya pelan. "Baiklah, aku akan bersabar sampai kamu siap untuk menceritakan dan terbuka padaku. Aku berangkat kerja dulu" ucap Candra kemudian berlalu meninggalkan Emili. Emili pun merasa jika Candra masih kecewa padanya. Namun ia tak mau mengambil pusing itu semua dan mengambil ponsel untuk menghubungi Mike kekasihnya. Sementara itu disebuah mobil angkutan umum berwarna merah terlihat seorang pria tengah murung dan menahan amarah dalam dadanya. ("Sampai kapan kau akan menyembunyikan ini semua dariku Mili? Mengapa kau begitu tega padaku. Apa kurangku padamu? Ya, mungkin memang karena aku bukanlah orang yang memiliki harta dan segalanya tapi cintaku tulus hanya kepadamu Mili. Aku tak sanggup jika harus kehilangan dirimu meski aku sadar kita bagaikan langit dan bumi") bathin Candra sambil memijat pelipisnya yang terasa sangat berat.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD