Tak menunggu lama setelah persetujuan ayahnya, mendadak, Khumaira mengadakan rapat anggota keluarga Abinaya. Meskipun bukan rapat bulanan yang terjadwal di tanggal seharusnya, mereka berbondong datang tanpa keberatan, termasuk Abifata. Sebenarnya jalan Khumaira sudah mulus sekali selagi menduduki takhtanya. Masa jabatan singkatnya berhasil mengimbangi keuntungan pada masa jabatan satu tahun sang ayah dulu. Namun, Khumaira akan kehilangan separuh jiwanya jika melepaskan Khalid demi meneruskan takhta. Ia akan kehilangan suami dan hancur rumah tangga jika mempertahankan ambisinya. Khumaira sadari, menduduki takhta memang tak semenyenangkan yang dulu diangankannya. Dulu ia menggunakan Khalid agar meraih takhta, kini Khumaira melepas takhta demi kebersamaan dengan suaminya. Indah bersama denga

