“Kau tidak akan menyerangku lagi?” tanya Khumaira penuh antisipasi saat mereka hendak tidur. Khalid tersenyum menepuk bantal di sebelahnya, “Aku masih merasa bersalah dengan yang sebelumnya.” Perlahan Khumaira mendekat juga. Berbaring di sisi sang suami, tetapi membelakanginya. Hampir-hampir Khumaira jatuh karena sangat tepi menaiki ranjangnya. “Dekat lagi, Mai,” pinta Khalid geli. Khumaira memundurkan punggungnya. Debar dalam d**a tak bisa juga dipaksa berhenti. Bukan Khumaira takut Khalid tak jujur akan kalimatnya, tapi memang berada di atas busa kasur yang jadi saksi percintaan mereka membawanya pada ingatan rasa nyaman dan hangatnya sentuhan Khalid. Namun, jika harus mandi lagi Khumaira mungkin akan melaporkan suaminya kepada Bintang Abimayu. Khalid lalu memeluknya. “Istirahat

