Satu hari. Dua hari. Tiga hari. Khalid kebingungan sendiri. Tak ada yang menghampirinya lagi, tidak Bagas, tidak juga Bintang. Tak ada kabar apa pun yang bisa ia dapatkan tentang Khumaira. Khalid sering kali bertanya ada kabar apa tentang keluar Abinaya di media kepada penjaga penjara. Namun, seringnya Khalid tak digubris mereka. Khalid takut Khumaira apa-apa. Khalid juga gugup karena bisa saja tiba-tiba panggilan dari pengadilan menghampirinya untuk urusan pisah dengan Khumaira. Khalid kalut sekali. Doa dan usahanya sudah hampir di batas maksimal. Mendadak, Khalid punya ide. Ide berbahaya, tapi bisa dicoba. Hasilnya mungkin saja gagal, tetapi lebih baik begitu daripada hanya diam tak bergerak. Khalid mengambil piring makannya sambil menyusun rencana dalam kepala. Di sisi lain, di

