Khalid seolah menemukan titik keingintahuan Khumaira akan perasaannya terhadap sopir mereka tadi. “Aku tidak tertarik kepada Viona.” “Mengapa kau tersenyum?!” Khalid bergidik bahu. Tahu saja ia jika Khumaira pasti sedang panas oleh rasa cemburunya. Dikatakan wanita bisa menahan, menutupi banyak hal, tapi bukan kecemburuannya. “Kubilang kau harus tahu tempat untuk menampilkan senyuman, Khalid!” bisik Khumaira melirik ke seberang kursi Khalid yang terdapat seorang wanita muda tampak menggigit bibir memandanginya dengan tatapan menginginkan. Saat Khalid menoleh, gadis itu menjadi salah tingkah. Namun, Khalid tak memedulikannya. Beralih kembali kepada Khumaira yang alisnya masih belum sejajar juga. “Mai, kau cemburu.” “Aku tidak. Aku sekedar mengingatkanmu supaya tidak jadi penggoda

