Sejak dari ikatan tangan mereka bertaut, Khalid tak kunjung melepaskan sang istri. Sekalipun Khumaira menarik-narik dan bersungut karena malu. Khalid tak mau bahagianya berhenti di tengah jalan. Di restoran Khalid meminta meja yang paling ujung dan privasi. Dengan begitu Khumaira bisa tetap menikmati menunya dengan lebih leluasa. "Aku lebih suka tempat berdinding yang punya batas, tetapi tidak terlalu sempit, tidak menyesakkan," ucap Khumaira menelaah langit yang seolah berada di sekitarnya. Udara dan angin yang tak kasat mata menerbangkan helai tisu yang ia ambil. Cadarnya juga berkibar ikut tersapu. Khumaira menunduk pada makanannya. "Saat di tempat tak berujung seperti ini, aku merasa seolah tengah tersesat. Aku sulit bernapas dan khawatir. Langit, lautan, padang rumput," Khumaira

